Moch Nasihin Putra Brangkal yang Menapaki Jejak Pendidikan, Bisnis, dan Kiprah Sosial

aksesadim01
File 000000007fbc8207b7a3129ed941a226

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Setiap insan memiliki perjalanan hidup dengan cerita dan perjuangannya masing-masing. Begitu pula dengan Moch Nasihin, sosok yang akrab disapa “Hantue”, putra daerah asal Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.

Dikenal sebagai pribadi yang aktif dan mudah bergaul, Moch Nasihin menapaki perjalanan hidup melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dunia usaha, organisasi, media, hingga kegiatan sosial. Baginya, setiap pengalaman merupakan proses pembelajaran untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Berawal dari Brangkal, Melangkah Lebih Luas

Desa Brangkal menjadi tempat awal Moch Nasihin tumbuh dan mengenal nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, serta kehidupan bermasyarakat.

Dari lingkungan tersebut, ia belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pribadi, tetapi juga bagaimana seseorang mampu membangun hubungan baik dengan sesama.

Perjalanan panjang kemudian membawanya bertemu dengan berbagai lingkungan dan karakter masyarakat yang semakin memperkaya pengalaman serta membentuk cara pandangnya.

Tidak Berhenti Belajar, Terus Mengembangkan Diri

Moch Nasihin merupakan lulusan S1 Teknik. Latar belakang tersebut membentuk pola pikir yang sistematis, logis, dan terbiasa menghadapi berbagai tantangan dengan pendekatan pemecahan masalah.

Namun, baginya ilmu pengetahuan tidak memiliki batas. Semangat untuk terus belajar membuatnya kembali menempuh pendidikan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Hukum Universitas Bojonegoro (UNIGORO).

Langkah tersebut menunjukkan komitmennya bahwa pendidikan merupakan proses sepanjang hayat. Perpaduan ilmu teknik dan hukum memberikan sudut pandang yang lebih luas dalam memahami berbagai persoalan kehidupan dan masyarakat.

Mengembangkan Sayap di Dunia Usaha

Selain aktif dalam dunia pendidikan, Moch Nasihin juga menjalankan aktivitas usaha melalui CV ALZI PUTRA.

Dunia usaha menjadi ruang baginya untuk mengasah kemampuan profesional, membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

Nama CV ALZI PUTRA tercatat dalam dokumen publik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Dalam Register SP2D periode Desember 2018, CV ALZI PUTRA bersama nama Moch. Nasihin tercantum dalam dokumen pembayaran pekerjaan peningkatan Jalan Kedungadem–Kesongo Kecamatan Kedungadem.

Catatan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak profesional dalam perjalanan aktivitas usahanya.

Berkiprah di Dunia Media

Selain pendidikan dan dunia usaha, Moch Nasihin juga memiliki kiprah di bidang jurnalistik dan media.

Ia dipercaya menjadi Redaktur Pelaksana di media Kampungberita.com, sebuah peran yang menuntut kemampuan dalam mengelola konten pemberitaan, menjaga kualitas jurnalistik, serta memastikan informasi yang disajikan kepada masyarakat tetap memiliki nilai berita dan manfaat publik.

Keterlibatannya di dunia media semakin memperluas pengalaman dalam memahami dinamika sosial, pemerintahan, masyarakat, serta berbagai persoalan yang berkembang di tengah publik.

Tidak hanya itu, Moch Nasihin juga dipercaya sebagai Penasehat di I New Globalindo, yang menjadi bagian lain dari kiprahnya dalam membangun komunikasi, jejaring, serta kontribusi di lingkungan media dan organisasi.

Aktif Berorganisasi, Memperkuat Persaudaraan

Di luar pendidikan, usaha, dan media, Moch Nasihin juga dikenal aktif dalam sejumlah organisasi dan komunitas, di antaranya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), GRIB Jaya, Komunitas Mobility, dan Komunitas Pajero.

Baginya, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, memperluas jaringan, serta memahami berbagai karakter masyarakat.

Kemampuan berkomunikasi dan sikap mudah beradaptasi menjadi salah satu kekuatan dalam membangun hubungan dengan berbagai kalangan.

“Hantue”, Identitas yang Melekat

Nama “Hantue” bukan sekadar panggilan, tetapi telah menjadi identitas sosial yang melekat dalam lingkungan pertemanan dan komunitas yang dijalaninya.

Sapaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan relasi yang terbangun selama bertahun-tahun.

Dari Relasi Menuju Kepedulian Sosial

Berbagai aktivitas yang dijalani membuat Moch Nasihin bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.

Menurutnya, relasi bukan hanya tentang seberapa banyak seseorang mengenal orang lain, tetapi bagaimana menjaga komunikasi, kepercayaan, dan rasa saling menghargai.

Keterlibatan dalam organisasi, komunitas, maupun dunia media juga menjadi ruang untuk menghadirkan kepedulian sosial.

Baginya, kontribusi tidak selalu harus dimulai dari hal besar, tetapi dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian, dan kehadiran di tengah masyarakat.

Pendidikan, Usaha, Media, dan Organisasi Menjadi Pilar Perjalanan

Perjalanan Moch Nasihin “Hantue” menggambarkan sejumlah pilar penting dalam pengembangan diri, yakni pendidikan, dunia usaha, media, serta organisasi dan komunitas.

Pendidikan memberikan wawasan, usaha memberikan pengalaman profesional, dunia media mengasah kemampuan komunikasi dan jurnalistik, sementara organisasi memperkuat nilai sosial dan persaudaraan.

Keempatnya menjadi bekal dalam perjalanan hidup yang terus berkembang.

Putra Daerah yang Terus Berkarya

Sebagai putra daerah dari Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Moch Nasihin terus melangkah dengan membawa semangat untuk belajar, berkarya, membangun jejaring, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perjalanan tersebut masih panjang. Masih banyak ilmu yang dapat dipelajari, pengalaman yang akan ditemui, serta kontribusi yang dapat diberikan.

Pada akhirnya, kisah Moch Nasihin “Hantue” bukan hanya tentang pendidikan, usaha, media, maupun organisasi, tetapi tentang sebuah proses panjang menjadi pribadi yang terus bertumbuh dan berusaha memberi arti.

Karena keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari seberapa jauh seseorang melangkah, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan bagi sesama.

(Red/Tim)