SiLPA Bojonegoro Tembus Rp1,693 Triliun, Pemkab Tegaskan Cerminan Efisiensi dan Kehati-hatian Fiskal

aksesadim01
IMG 20260624 WA0077

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Bojonegoro yang mencapai Rp1,693 triliun menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan bahwa besarnya SiLPA bukan semata-mata menunjukkan rendahnya penyerapan anggaran, melainkan hasil dari kebijakan efisiensi, optimalisasi pendapatan daerah, serta pengelolaan keuangan yang dilakukan secara cermat dan terukur.

 

Bupati Bojonegoro menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran daerah tidak hanya berorientasi pada besarnya belanja yang direalisasikan, tetapi juga pada efektivitas penggunaan anggaran untuk mencapai target pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, setiap program dan kegiatan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara maksimal.

 

Menurutnya, SiLPA yang terbentuk berasal dari sejumlah faktor, antara lain efisiensi pelaksanaan program, penghematan belanja, serta adanya pendapatan daerah yang melampaui target yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tata kelola keuangan daerah berjalan secara disiplin dan tetap memperhatikan keberlanjutan fiskal daerah.

 

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga memastikan bahwa dana SiLPA tersebut tidak akan mengendap tanpa pemanfaatan. Dana tersebut akan menjadi bagian penting dalam pembiayaan program pembangunan pada tahun anggaran berikutnya, terutama untuk mendukung sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

 

Selain itu, Pemkab Bojonegoro terus berkomitmen meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan agar anggaran yang tersedia dapat terserap secara optimal tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

 

Besarnya SiLPA diharapkan dapat menjadi modal fiskal yang kuat bagi Kabupaten Bojonegoro dalam menjaga stabilitas pembangunan daerah, sekaligus memperkuat kemampuan pemerintah dalam merespons berbagai kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan keuangan yang sehat dan terukur, Bojonegoro optimistis mampu mempertahankan kinerja pembangunan yang inklusif serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

(Tim/red)