TMMD ke-129 Bojonegoro Perkuat Upaya Cegah Stunting Melalui Program Gizi bagi Balita dan Ibu Hamil

aksesadim01
PhotoGrid Site

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang dilaksanakan di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting.

 

Sebagai bagian dari kegiatan nonfisik TMMD, Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Kesongo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menggelar program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita berisiko mengalami gizi kurang serta ibu hamil.

 

Program tersebut menyasar balita dengan status gizi kurang, anak yang mengalami perlambatan kenaikan berat badan berdasarkan hasil pemantauan Posyandu, serta ibu hamil yang membutuhkan dukungan pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan.

 

Kepala UPTD Puskesmas Kesongo, dr. Bowo Luhur Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus mencegah lahirnya generasi yang berisiko mengalami stunting maupun Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

 

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

 

Selain menjangkau Desa Kesongo, program intervensi gizi tersebut juga dilaksanakan di sejumlah desa dalam wilayah kerja UPTD Puskesmas Kesongo, di antaranya Desa Panjang, Tondomulo, Mojorejo, Dayukidul, serta desa-desa lainnya.

 

Dr. Bowo menegaskan bahwa pemberian makanan tambahan bukanlah solusi jangka panjang, melainkan stimulus agar masyarakat mampu menerapkan pola makan bergizi secara mandiri di lingkungan keluarga.

 

“Kami berharap masyarakat dapat menjadikan paket makanan yang diberikan sebagai contoh menu sehat yang bisa diterapkan setiap hari, sehingga perbaikan gizi dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menilai pembangunan sumber daya manusia memiliki nilai strategis yang sama pentingnya dengan pembangunan fisik.

 

Ia menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan sarana dan prasarana desa, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat, termasuk melalui upaya perbaikan status gizi anak dan ibu hamil.

 

Menurutnya, sinergi antara TNI, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

 

Melalui kolaborasi tersebut, TMMD ke-129 diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Bojonegoro yang bebas stunting dan memiliki generasi penerus yang unggul menuju Indonesia Emas.

(Andik u/red)