MWCNU Kepohbaru Gelar Sosialisasi dan Pendataan Arah Kiblat, Perkuat Akurasi Arah Ibadah Umat

aksesadim01
IMG 20260713 WA0129

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, menggelar Sosialisasi dan Koordinasi Pendataan Arah Kiblat (Rashdul Kiblat) sebagai langkah nyata untuk memastikan ketepatan arah kiblat masjid, musala, serta tempat ibadah di seluruh wilayah Kecamatan Kepohbaru. Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar NU dalam memberikan pelayanan keagamaan yang lebih akurat dan berbasis keilmuan.

Kegiatan dilaksanakan pada Senin (13/7/2026) pukul 14.00 WIB di Kantor MWCNU Kepohbaru. Undangan resmi bernomor 44/MWC.NU/VII/2026 tertanggal 11 Juli 2026 tersebut ditujukan kepada unsur Forkopimcam Kepohbaru, Kapolsek Kepohbaru, jajaran pengurus MWCNU beserta seluruh lembaga dan badan otonom, pengurus ranting NU, serta para ketua takmir masjid se-Kecamatan Kepohbaru.

Melalui forum ini, MWCNU Kepohbaru berupaya menyatukan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dan seluruh elemen Nahdlatul Ulama dalam pelaksanaan pendataan arah kiblat menggunakan metode Rashdul Kiblat. Metode ini memanfaatkan fenomena ketika Matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga mampu menghasilkan penentuan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi. Dalam ilmu falak, metode tersebut telah lama menjadi salah satu rujukan yang diakui untuk memverifikasi arah kiblat.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi teknis guna menyusun langkah-langkah pendataan di lapangan. Dengan demikian, proses verifikasi arah kiblat dapat dilakukan secara sistematis, terukur, dan menjangkau seluruh masjid maupun musala yang menjadi sasaran pendataan.

Ketua pelaksana berharap seluruh unsur Nahdlatul Ulama, pemerintah, aparat keamanan, serta pengurus takmir masjid dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program ini. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar hasil pendataan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah.

Lebih dari sekadar kegiatan teknis, sosialisasi ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memastikan arah kiblat sesuai kaidah syariat Islam dan perhitungan astronomi. Momentum Rashdul Kiblat yang terjadi setiap tahun diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai kesempatan untuk melakukan pengecekan ulang arah kiblat secara serentak.

MWCNU Kepohbaru optimistis, melalui sinergi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan para pengurus masjid, program pendataan arah kiblat ini akan memperkuat pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman umat terhadap ilmu falak sebagai salah satu khazanah keilmuan Islam yang memiliki peran penting dalam menunjang ketepatan pelaksanaan ibadah.

(Hantu/red)