Kampungberita.com/BOJONEGORO – Senyum warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, mulai terlihat seiring hampir rampungnya pembangunan Jembatan Brang Etan. Infrastruktur yang menjadi salah satu sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 itu kini telah mencapai progres sekitar 95 persen.
Meski masih menyisakan pekerjaan pada tahap akhir, terutama pengecatan pagar pembatas di sisi kanan dan kiri jembatan, akses tersebut sudah dapat digunakan masyarakat.
Keberadaan jembatan baru itu perlahan memberikan perubahan terhadap mobilitas warga. Jalur yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat kini mulai menjadi akses penting untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.
Dampak pembangunan bahkan terlihat jelas ketika sore tiba. Saat anak-anak mulai berangkat mengaji, sejumlah anak tampak melintas di Jembatan Brang Etan, baik menuju tempat mengaji maupun saat kembali ke rumah.
Bagi masyarakat, kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan fisik bangunan, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial dan aktivitas keseharian warga.
Salah seorang warga RT 4 RW 1 Desa Kesongo, Sri Purnami, mengaku merasakan langsung kemudahan setelah jembatan tersebut mulai dapat dilalui.
“Sekarang sudah bisa dilewati. Saya kalau mengantar anak mengaji lewat sini jadi lebih mudah,” kata Sri Purnami, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, jembatan tersebut menjadi akses yang cukup penting bagi warga sekitar. Terlebih, setiap sore banyak anak-anak yang melintas untuk menjalankan aktivitas mengaji.
Sementara itu, Kepala Desa Kesongo Kusnadi menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Brang Etan merupakan salah satu sasaran TMMD ke-129 yang sangat dinantikan masyarakat.
“Pengerjaan Jembatan Brang Etan saat ini telah mendekati tahap pengecatan pagar pembatas kanan dan kiri,” jelasnya.
Kusnadi berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga jembatan dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih optimal dan berkelanjutan.
“Jembatan ini sangat membantu aktivitas warga, terutama anak-anak yang setiap sore berangkat mengaji. Kami berterima kasih kepada Satgas TMMD dan semua pihak yang telah membantu pembangunan jembatan ini,” pungkasnya.
Hampir rampungnya Jembatan Brang Etan menjadi salah satu contoh bagaimana program TMMD hadir melalui pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Bukan sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, jembatan tersebut juga membuka akses yang lebih mudah bagi warga dalam menjalankan aktivitas pendidikan keagamaan dan kegiatan sehari-hari.
(Red/*)







