Kampungberita.com/BOJONEGORO – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman rumah Kepala Desa Cengkir tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bupati Medhayoh sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sejak dibuka sekitar pukul 09.00 WIB, warga mulai berdatangan untuk membeli berbagai komoditas pangan yang disediakan. Sejumlah kebutuhan pokok ditawarkan dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
Komoditas yang tersedia antara lain Minyakita Rp15.000 per liter, telur ayam ras Rp21.000 per kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram, minyak goreng Fortune Rp19.000 per liter, bawang putih Rp6.500 per seperempat kilogram, bawang merah Rp4.500 per seperempat kilogram, cabai campur Rp5.000 per kemasan, serta beras SPHP Rp57.500 per kemasan 5 kilogram.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Lia Febriana, warga Desa Cengkir, mengaku terbantu dengan adanya GPM. Ia membeli minyak goreng, cabai, dan bawang karena harganya dinilai lebih terjangkau.
“Senang karena harganya di bawah pasaran. Saya membeli minyak, cabai dan bawang. Semoga tahun depan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan lagi,” ujar Lia.
Hal serupa disampaikan Tasmining, warga RT 2 Desa Cengkir. Menurutnya, harga komoditas yang ditawarkan dalam GPM cukup membantu masyarakat, terutama Minyakita yang dijual Rp15.000 per liter.
“Minyaknya Rp15.000. Senang, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Tidak hanya menyediakan pangan murah, kegiatan di Desa Cengkir juga dikemas dengan menghadirkan sejumlah pelayanan masyarakat dalam satu lokasi. Warga dapat memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan, pemeriksaan kesehatan (CKG), pembayaran pajak, hingga donor darah.
Konsep tersebut membuat pelaksanaan GPM tidak sekadar menjadi tempat masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kehadiran berbagai layanan publik sekaligus membuka akses pelayanan pemerintah yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat desa.
Melalui kegiatan semacam ini, pemerintah diharapkan dapat terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Bagi warga Cengkir, kehadiran GPM menjadi kesempatan untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih ringan tanpa harus bepergian jauh.
(Red/com)







