Bojonegoro Angkat Pamor Batik Lokal Lewat Wastra Batik Festival 2026, Perkuat UMKM dan Industri Kreatif

aksesadim01
IMG 20260617 WA0004

Kampungberita.com//BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah melalui penyelenggaraan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026. Agenda yang berlangsung pada 17–20 Juni 2026 di Alun-Alun Bojonegoro ini menjadi ruang kolaborasi antara pelestarian budaya, promosi batik khas daerah, dan penguatan sektor UMKM serta ekonomi kreatif.

 

Mengusung tema “Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono”, festival tersebut tidak hanya menampilkan keindahan ragam motif batik khas Bojonegoro, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

 

Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung akan disuguhi pameran batik, workshop peningkatan kapasitas pelaku usaha, talkshow pemasaran digital, fashion show, berbagai perlombaan bagi pelajar, hingga pertunjukan musik yang menghadirkan sejumlah artis nasional. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperluas promosi produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menjelaskan bahwa festival ini merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam memperkuat eksistensi batik Bojonegoro sebagai identitas budaya sekaligus komoditas ekonomi yang memiliki nilai tambah.

 

Tahun ini, festival diikuti 69 peserta pameran di dalam area utama yang terdiri atas perajin batik, pelaku ekonomi kreatif, dan produk unggulan daerah. Selain itu tersedia 39 stan UMKM di area luar tenda, sehingga total terdapat 108 stan yang diharapkan mampu menarik minat masyarakat maupun wisatawan untuk mengenal sekaligus membeli produk-produk lokal.

 

Lebih dari sekadar agenda budaya, Bojonegoro Wastra Batik Festival diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri batik daerah. Kehadiran pelaku usaha dari dalam maupun luar Bojonegoro membuka peluang terciptanya jejaring bisnis, pertukaran ide kreatif, hingga perluasan pasar bagi produk-produk lokal.

 

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Batik tidak hanya diposisikan sebagai warisan leluhur yang harus dijaga, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi kreatif yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, serta memperkuat citra Bojonegoro sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan inovas.

(Tim/red)