Kelompok Ternak GAYATRI Sengon Perkuat Ekonomi Peternak Lewat Inovasi Barter dan Pemasaran Digital

aksesadim01
IMG 20260618 WA0080

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan hasil nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Di Desa Sengon, Kecamatan Ngambon, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhasil membangun kelompok ternak yang tidak hanya memperkuat budidaya ayam petelur, tetapi juga menghadirkan sistem usaha yang inovatif melalui mekanisme barter telur dengan pakan.

Kelompok ternak yang beranggotakan sekitar 40 KPM tersebut menjadi pusat koordinasi dalam pengadaan pakan, pemasaran hasil produksi, hingga pendampingan kesehatan ternak. Kehadiran kelompok ini dinilai mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi peternak, terutama dalam menjaga keberlanjutan usaha dan memperluas akses pasar.

Ketua Kelompok GAYATRI Desa Sengon, Ahmad Fathoni, menjelaskan bahwa mekanisme barter diterapkan sebagai solusi yang memberikan kemudahan bagi anggota. Peternak dapat menukarkan hasil panen telur dengan kebutuhan pakan atau menjualnya secara langsung sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Selain memperkuat sistem distribusi hasil produksi, kelompok juga menyediakan vitamin ternak serta menggelar penyuluhan kesehatan ayam petelur secara rutin dengan menghadirkan tenaga ahli. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas ternak, terutama saat menghadapi perubahan cuaca yang berpotensi memengaruhi kondisi ayam.

Peran kelompok tidak berhenti pada pembinaan internal. Kelompok GAYATRI Sengon juga menjadi penyedia pakan bagi para penerima manfaat GAYATRI di Kecamatan Ngambon dan wilayah sekitarnya. Setiap pekan, kelompok mampu mendistribusikan sekitar empat ton pakan atau setara 80 zak, sekaligus melakukan pemantauan langsung ke kandang anggota guna memastikan kesehatan dan produktivitas ternak tetap terjaga.

Di sektor pemasaran, kelompok berhasil mengembangkan strategi yang lebih adaptif dengan memanfaatkan berbagai saluran penjualan. Telur hasil produksi anggota dipasarkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro, mulai dari penjualan langsung kepada konsumen hingga melalui platform digital seperti TikTok dengan layanan pesan antar dan pembayaran di tempat (COD). Langkah tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi peternak.

Keberhasilan Kelompok GAYATRI Desa Sengon menjadi contoh bahwa kolaborasi masyarakat, inovasi sistem usaha, dan pemanfaatan teknologi mampu menciptakan ekosistem peternakan yang lebih mandiri dan berdaya saing. Model pemberdayaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok peternak lain dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa sekaligus mendukung keberhasilan Program GAYATRI di Kabupaten Bojonegoro.

(Nasihin/hantu)