Kampungberita.com/BOJONEGORO – Membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kesiapsiagaan harus tumbuh dari tingkat desa melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi memulai Program Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Tahun 2026.
Pembukaan program berlangsung di Balai Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro, yang hadir memberikan dukungan terhadap upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa Desa Tangguh Bencana bukan hanya sebuah program, melainkan gerakan bersama untuk membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Menurutnya, desa merupakan garda terdepan dalam penanggulangan bencana sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Program DESTANA Tahun 2026 akan dilaksanakan mulai 22 Juni hingga 21 Agustus 2026 dengan menyasar 45 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kepohbaru, Sugihwaras, Padangan, Ngraho, dan Kedungadem. Pelaksanaannya mengacu pada Surat Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 360/1283/412.307/2026 tertanggal 8 Juni 2026.
Melalui program ini, BPBD Kabupaten Bojonegoro berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi ancaman bencana, melakukan mitigasi, menyusun rencana penanggulangan bencana di tingkat desa, hingga memperkuat koordinasi ketika terjadi kondisi darurat.
Setiap desa melibatkan 30 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tim Penggerak PKK, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, kader desa, hingga tokoh masyarakat. Keterlibatan lintas sektor tersebut diharapkan mampu membangun sinergi yang kuat dalam menciptakan desa yang mandiri dan tangguh menghadapi bencana.
Selama kegiatan, peserta akan memperoleh pembekalan mengenai pemetaan risiko bencana, penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana desa, pembentukan kelembagaan DESTANA, sistem peringatan dini, serta mekanisme evakuasi dan penanganan darurat berbasis masyarakat.
Program Desa Tangguh Bencana menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat ketahanan daerah melalui pemberdayaan masyarakat. Dengan meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan semangat gotong royong, diharapkan setiap desa mampu menjadi benteng pertama dalam melindungi warganya dari ancaman bencana.
Pembukaan DESTANA 2026 di Desa Sidomukti menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu melahirkan desa-desa yang lebih siap, lebih tangguh, dan lebih mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan, sekaligus memperkuat budaya keselamatan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Bojonegoro.
(Red/tim)







