Kampungberita.com/BOJONEGORO – Semangat membawa nama Kabupaten Bojonegoro ke tingkat nasional terpancar dari 32 Pramuka Penggalang yang secara resmi dilepas untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) ke-12 Tahun 2026.
Kontingen tersebut akan mengikuti seluruh rangkaian Jamnas yang dipusatkan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–20 Agustus 2026.
Prosesi pelepasan berlangsung di Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Senin (10/8/2026). Bupati Bojonegoro Setyo Wahono selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Bojonegoro melepas langsung keberangkatan para peserta.
Ke-32 peserta tersebut merupakan Pramuka Penggalang pilihan yang telah melewati tahapan seleksi secara berjenjang. Mereka disaring dari sekitar 14 sekolah menengah di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bojonegoro yang juga Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan proses seleksi dilakukan untuk mendapatkan peserta yang benar-benar siap mewakili daerah dalam kegiatan berskala nasional.
“Sebanyak 32 Pramuka Penggalang ini telah melalui rangkaian proses seleksi yang ketat dan profesional dalam beberapa tahap,” jelasnya.
Tahapan seleksi tersebut antara lain meliputi kemampuan baris-berbaris, pengetahuan dan wawasan kepramukaan, serta wawancara.
Menurut Nurul Azizah, keberangkatan para peserta bukan sekadar menjadi bagian dari agenda kepramukaan, tetapi juga kesempatan bagi generasi muda Bojonegoro untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran dari peserta lain yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono berpesan agar para peserta menjadikan Jamnas sebagai momentum untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, keterampilan dan wawasan.
Menurutnya, Jambore Nasional tidak hanya sebatas kegiatan perkemahan, melainkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk berinteraksi, berkolaborasi dan menghadapi berbagai tantangan.
Jamnas XII Tahun 2026 sendiri mengangkat tema “Berkolaborasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Tema tersebut diharapkan dapat mendorong para peserta untuk aktif menggali pengalaman serta pengetahuan selama kegiatan berlangsung. Berbagai pembelajaran yang diperoleh diharapkan dapat dibawa pulang dan memberikan manfaat bagi lingkungan masing-masing.
“Jadikan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya. Serap ilmu dan pengalaman dari berbagai daerah, kemudian bawa pulang untuk diterapkan di Bojonegoro,” pesan Setyo Wahono.
Bupati juga menitipkan empat hal penting kepada kontingen sebelum bertolak ke Cibubur.
Pertama, menjaga nama baik Kabupaten Bojonegoro melalui sikap disiplin, santun dan berkarakter. Kedua, senantiasa mengamalkan nilai-nilai agama serta Dasa Darma Pramuka.
Ketiga, membangun persaudaraan dan menghormati keberagaman karena Jamnas menjadi tempat bertemunya Pramuka dari berbagai penjuru Indonesia. Keempat, menjaga kesehatan serta keselamatan selama mengikuti seluruh kegiatan.
“Selamat berjuang, selamat menimba ilmu di kancah nasional. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi setiap langkah kita,” tuturnya.
Pelepasan kontingen kemudian ditandai dengan penyerahan bendera kontingen, penyematan tanda peserta, serta pengenaan jaket dan udeng khas Bojonegoro kepada perwakilan peserta.
Dengan bekal hasil seleksi dan persiapan yang telah dilakukan, sebanyak 32 Pramuka Penggalang tersebut kini bersiap menuju Buperta Cibubur.
Mereka tidak sekadar membawa perlengkapan kegiatan, tetapi juga membawa identitas, semangat, serta harapan masyarakat Bojonegoro untuk tampil dan belajar di panggung Jambore Nasional ke-12 Tahun 2026.
(Red/Prok)







