PMI Bojonegoro Sambangi Rumah Warga, Edukasi PHBS di Tengah Musim Kemarau

aksesadim01
1000394413

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro tak hanya hadir dengan membawa bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kemarau. Bersamaan dengan distribusi air, PMI juga menyambangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penggunaan air secara bijak.

 

Kegiatan Promosi Kebersihan dari Rumah ke Rumah tersebut dilaksanakan pada Rabu (12/8/2026), dengan sasaran warga di Desa Kayulemah dan Desa Margoagung, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro.

 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya PMI untuk memperluas manfaat bantuan kemanusiaan. Air bersih yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan warga sehari-hari, tetapi juga diikuti peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

 

Koordinator Distribusi Air Bersih PMI Kabupaten Bojonegoro, Wahyu Theo Alfian, mengatakan edukasi secara langsung dipilih agar informasi kesehatan dapat diterima masyarakat secara lebih mudah.

 

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Edukasi dilakukan secara langsung agar pesan yang disampaikan bisa diterima dan dipahami warga,” jelasnya.

 

Dengan metode door to door, petugas PMI mendatangi rumah warga dan berdialog secara langsung. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan air selama musim kemarau.

 

Sejumlah materi diberikan kepada warga, mulai dari penerapan PHBS, menjaga kebersihan lingkungan rumah, hingga upaya mencegah penyakit yang berpotensi muncul akibat kondisi lingkungan yang kurang sehat.

 

Warga juga diingatkan untuk menjaga kebersihan sumber air dan tempat penyimpanannya. Selain itu, masyarakat diajak menggunakan air sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan, dan mengutamakan pemanfaatan air untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

 

Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan bahwa distribusi air bersih dan edukasi kebersihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kemanusiaan.

 

“Harapannya masyarakat tidak hanya terbantu dengan distribusi air bersih, tetapi juga semakin mengetahui pentingnya menjaga kebersihan dan menghemat air, khususnya di masa kemarau seperti sekarang,” ujarnya.

 

Menurut Ninik, keterbatasan air selama musim kemarau membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama. Penghematan air dari tingkat rumah tangga menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu menjaga ketersediaan air.

 

Melalui kegiatan tersebut, PMI Bojonegoro berupaya memastikan pelayanan kemanusiaan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Edukasi langsung kepada masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun kebiasaan hidup bersih, menjaga kesehatan lingkungan, sekaligus menumbuhkan kesadaran menggunakan air secara hemat dan bertanggung jawab.

 

Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya menjawab kebutuhan warga dalam jangka pendek, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perilaku dan ketahanan masyarakat menghadapi kondisi kemarau.

(Red/Com)