Kampungberita.com Sidoarjo – Suasana haru menyelimuti Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Duka mendalam masih terasa di rumah keluarga Gibran Septian, balita yang menjadi korban tenggelam di aliran sungai setempat. Di tengah kesedihan itu, kehadiran Wakil Bupati Sidoarjo menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, datang langsung melayat ke rumah duka pada Senin (13/4/2026). Kehadirannya bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang tengah tertimpa musibah. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus memberikan dukungan moral agar keluarga korban diberi ketabahan dan keikhlasan.
Peristiwa tragis ini bermula ketika korban, balita berusia sekitar dua tahun, diduga terjatuh dan terseret arus sungai di dekat rumahnya saat bermain tanpa pengawasan. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (8/4/2026) siang dan langsung memicu upaya pencarian besar-besaran oleh tim gabungan bersama warga.
Setelah lima hari pencarian yang melibatkan berbagai unsur, jasad korban akhirnya ditemukan di aliran sungai dengan jarak belasan kilometer dari titik awal kejadian. Temuan tersebut sekaligus mengakhiri harapan panjang keluarga yang menanti kepastian kabar sang buah hati.
Dalam kesempatan takziah, Wakil Bupati menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kawasan permukiman yang berada di bantaran sungai memiliki risiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu besar terhadap lingkungan sekitarnya.
“Pengawasan terhadap anak harus benar-benar ditingkatkan, terutama di area rawan seperti sungai,” pesan Mimik, seraya menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor guna memperketat pengawasan di wilayah rawan kecelakaan serupa. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar tragedi yang sama tidak kembali terulang.
Tragedi di Kalidawir bukan sekadar peristiwa duka, tetapi juga menjadi pengingat keras bahwa keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama. Di balik air mata yang masih mengalir, terselip harapan agar musibah ini menjadi titik balik lahirnya kesadaran baru akan pentingnya perlindungan anak di lingkungan sekitar.







