Kampungberita.com BOJONEGORO – Kecelakaan lalu lintas tragis yang melibatkan seorang pengemudi ojek online terjadi di wilayah Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Insiden tersebut merenggut nyawa seorang driver ojol bernama Chistiono, setelah sempat menjalani perawatan intensif selama dua hari di rumah sakit.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, di kawasan dekat dealer mobil Mitsubishi dan gudang pipa Desa Sukowati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian korban baru saja menyelesaikan order antar dan melaju seorang diri dari arah pusat Kota Bojonegoro. Saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga tidak sempat menghindari sebuah sepeda motor jenis trail yang berada di jalur kendaraan roda dua dalam kondisi minim penerangan.
Seorang saksi mata di lokasi menyebut, kendaraan tersebut diduga milik sejumlah remaja yang saat itu tengah berhenti untuk mencari dompet yang terjatuh.
“Korban melaju dari arah kota. Motor trail berada di jalur roda dua dan kondisi sekitar cukup gelap. Saat korban berusaha menghindar, di sisi kanan ada kendaraan lain sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” ujar saksi.
Benturan keras mengakibatkan korban terpental dan mengalami luka serius, terutama di bagian kepala. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk mendapatkan penanganan medis.
Selama dua hari menjalani perawatan intensif di ruang ICU, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (20/5/2026).
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama, membenarkan bahwa kasus kecelakaan tersebut telah ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Perkara sudah kami tangani sesuai prosedur. Untuk remaja yang terlibat tidak dilakukan penahanan karena masih berstatus pelajar SMA dan sedang menjalani ujian,” ujarnya.
Meninggalnya Chistiono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun rekan sesama pengemudi ojek online di Bojonegoro. Almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Chistiono meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil, masing-masing berusia sekitar 10 tahun dan 2 tahun.
Sejumlah rekan driver ojol mengenang almarhum sebagai pribadi sederhana yang selalu siap membantu sesama pengemudi di lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan, termasuk memastikan kendaraan berhenti di tempat aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas, terutama pada malam hari dengan kondisi penerangan terbatas.
Kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan aparat kepolisian guna memastikan seluruh kronologi dan unsur kelalaian yang menyebabkan kecelakaan fatal itu.
(Red/tim)***







