Gerakan Ayo Sekolah Dimulai dari Pragelan, Pemkab Bojonegoro Perkuat Upaya Kembalikan Anak ke Bangku Pendidikan

aksesadim01
IMG 20260726 WA0094

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat komitmennya dalam menjamin hak pendidikan bagi setiap anak. Melalui Dinas Pendidikan, Pemkab resmi meluncurkan Gerakan Ayo Sekolah di SD Negeri 1 Pragelan, Kecamatan Gondang, Jumat (24/7/2026), sebagai upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus mengembalikan mereka ke lingkungan pendidikan formal.

 

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempercepat penuntasan persoalan anak putus sekolah yang masih dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan ekonomi, kondisi sosial keluarga, hingga akses terhadap layanan pendidikan.

 

Pelaksanaan Gerakan Ayo Sekolah tidak hanya berfokus pada mengajak anak kembali ke bangku sekolah, tetapi juga menghadirkan pendampingan menyeluruh bagi keluarga agar pendidikan menjadi prioritas utama dalam membangun masa depan anak.

 

Sejumlah langkah konkret disiapkan melalui program ini, antara lain pendataan anak tidak sekolah secara berkelanjutan, pemberian beasiswa, bantuan perlengkapan belajar, serta pendampingan bagi anak dan orang tua. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghapus berbagai hambatan yang selama ini menyebabkan anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

 

Peluncuran program dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Camat Gondang, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan juga dirangkaikan dengan Turnamen Bola Voli SD Prasasti Cup Pragelan dan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak yang masuk kategori ATS.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia.

 

Menurutnya, sesuai arahan Bupati Bojonegoro, setiap anak harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tanpa terkecuali. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang menyasar langsung anak-anak yang berisiko putus sekolah.

 

“Target kita jelas, seluruh anak Bojonegoro harus sekolah. Gerakan ini dimulai dari Desa Pragelan sebagai langkah nyata agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dari pendidikan. Harapan kami, seluruh anak bisa kembali belajar, meraih cita-cita, dan menjadi generasi yang sukses,” ujar Nurul Azizah.

 

Ia menjelaskan, berbagai upaya yang dilakukan mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, jumlah Anak Tidak Sekolah yang sebelumnya mencapai 5.610 anak kini berhasil ditekan menjadi 5.199 anak. Penurunan tersebut menjadi indikator bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat mulai memberikan dampak nyata.

 

Pemkab Bojonegoro optimistis Gerakan Ayo Sekolah dapat berkembang menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dukungan orang tua, tenaga pendidik, pemerintah desa, hingga lingkungan sekitar dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan setiap anak tetap berada di jalur pendidikan.

 

Melalui sinergi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap angka Anak Tidak Sekolah terus menurun, sehingga seluruh anak di Bojonegoro memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan berkualitas sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik sekaligus mewujudkan generasi unggul dan berdaya saing.

(Red/tim)