Hadapi Era AI, Pelajar Bojonegoro Didorong Jadi Generasi Kritis dan Beretika di Ruang Digital

aksesadim01
Whatsapp image 2026 08 04 at 142656

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat budaya literasi digital di kalangan pelajar sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Melalui Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja yang digelar di Aula SMAN 1 Kalitidu, Selasa (4/8/2026), para siswa diajak memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Bojonegoro, Arif Afandy, menegaskan bahwa teknologi digital dan perangkat gawai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Namun, menurutnya, kemudahan akses teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar tidak menimbulkan dampak negatif.

 

“AI merupakan teknologi yang mampu membantu berbagai aktivitas manusia. Namun, manfaat tersebut hanya akan dirasakan apabila digunakan dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, penyalahgunaan AI justru dapat memunculkan berbagai persoalan baru,” ujar Arif.

 

Ia menjelaskan bahwa generasi yang lahir di era digital belum tentu memiliki literasi digital yang baik. Karena itu, karakter, integritas, dan prinsip moral menjadi fondasi utama dalam menyikapi arus informasi yang begitu cepat.

 

Menurut Arif, perkembangan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan secara bijaksana.

 

“Jangan sampai kecerdasan manusia dikalahkan oleh kecanggihan teknologi. AI tidak mampu menggantikan nilai integritas, etika, dan moral yang dimiliki manusia. Masa depan ditentukan oleh bagaimana kita menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Arif juga menguraikan empat pilar utama literasi digital yang perlu dimiliki generasi muda, yakni kecakapan digital, keamanan digital, etika digital, dan budaya digital. Keempat aspek tersebut dinilai menjadi bekal penting agar pelajar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus terhindar dari ancaman kejahatan siber maupun penyalahgunaan media digital.

 

Sementara itu, perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Almaliki Ukay Sukaya Subqy, mengatakan bahwa program literasi digital ini merupakan kolaborasi antara EMCL, SKK Migas, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta berbagai pemangku kepentingan yang telah dimulai sejak 2025.

 

Melalui program tersebut, para pelajar tidak hanya mendapatkan materi pelatihan, tetapi juga didorong menghasilkan karya inovatif yang akan diperlombakan.

 

“Kami ingin melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan literasi digital tinggi, kreatif, dan mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Kepala SMAN 1 Kalitidu, Ninis Aris Wibawati, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap para siswa memanfaatkan kesempatan itu untuk memperluas wawasan sekaligus membangun karakter dalam menggunakan teknologi secara positif.

 

“Teknologi dapat menjadi peluang besar apabila dimanfaatkan dengan bijaksana. Sebaliknya, jika disalahgunakan, teknologi dapat menghambat masa depan generasi muda. Karena itu, kami berharap seluruh peserta mampu menerapkan nilai-nilai literasi digital dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

 

Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja menjadi salah satu langkah nyata memperkuat kualitas sumber daya manusia di Bojonegoro. Melalui penguatan literasi digital, pemerintah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki etika, karakter, dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan era kecerdasan buatan.

(Red/com)