Kampungberita.com/BOJONEGORO – Malam yang dipenuhi lantunan sholawat dan doa menyelimuti halaman Pondok Pesantren Mamba’ul Falah, Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (26/6/2026). Ribuan jamaah yang memadati lokasi larut dalam suasana religius pada peringatan Maulid Akbar dan Gebyar Sholawat yang dirangkaikan dengan Khataman Ngaji Asyuro Majelis Taklim Putri serta Santunan Anak Yatim.
Kegiatan tahunan tersebut bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan menjadi ruang memperkokoh kecintaan kepada Rasulullah SAW, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus meneguhkan kepedulian sosial melalui santunan kepada 250 anak yatim.
Nuansa khidmat semakin terasa saat lantunan sholawat menggema dari El Falah Group, mengiringi tausiyah yang disampaikan Gus Ilham Al Fatih dari Pasuruan dan Habib Abdurahman Al Athos dari Sugihwaras. Ribuan jamaah tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian acara, menjadikan malam itu penuh keberkahan dan kebersamaan.
Turut hadir Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Falah KH. Ghufron Ilham, jajaran Forkopimcam Kepohbaru, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, Banser, Linmas, serta berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.
Prosesi diawali dengan penyerahan santunan kepada 250 anak yatim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Selanjutnya digelar Khataman Ngaji Asyuro dan wisuda 15 peserta Majelis Taklim Putri se-Kecamatan Kepohbaru yang telah menuntaskan pembelajaran keagamaan, sebagai simbol lahirnya generasi muslimah yang terus bersemangat menimba ilmu.
Pengurus Pondok Pesantren Mamba’ul Falah, Moch. Nasihin, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, donatur, serta masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan acara.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat kebersamaan semua pihak. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Menurut Nasihin, Maulid Akbar bukan hanya tradisi tahunan, melainkan media dakwah yang menghidupkan nilai-nilai Islam, mempererat tali persaudaraan, serta memperkuat semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Ia berharap santunan yang diberikan dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, sementara para peserta khataman terus istiqamah memperdalam ilmu agama sehingga mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat.
“Semoga kegiatan ini menjadi wasilah lahirnya generasi yang mencintai Al-Qur’an, menjunjung akhlak Rasulullah SAW, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” tuturnya.
Lebih dari sekadar seremoni, Maulid Akbar Mamba’ul Falah menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong, persaudaraan, dan semangat menjaga tradisi Islam di tengah kehidupan masyarakat. Dari Desa Brangkal, pesan tentang cinta kepada Rasulullah, kepedulian terhadap sesama, dan pentingnya menuntut ilmu kembali digaungkan sebagai bekal membangun kehidupan yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan.
(Bakri/red)







