Perlindungan Nyata untuk Pekerja Rentan, Pemkab Bojonegoro Hadirkan Harapan Lewat Santunan BPJS Ketenagakerjaan

aksesadim01
IMG 20260619 WA0008

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam melindungi para pekerja rentan kembali membuahkan hasil nyata. Melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, ribuan pekerja sektor informal kini memiliki perlindungan atas risiko kerja maupun risiko meninggal dunia tanpa harus mengeluarkan biaya iuran.

 

Seluruh iuran program tersebut ditanggung oleh Pemkab Bojonegoro sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang menggantungkan hidup dari pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi, seperti petani, buruh tani, tukang ojek, marbot masjid, hingga buruh harian lepas.

 

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Siti Khuzaimah, warga Desa Selorejo, Kecamatan Baureno. Di tengah duka kehilangan suaminya, almarhum Muhammad Sodiqin, yang berprofesi sebagai petani dan buruh tani, Siti menerima santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan.

 

Muhammad Sodiqin diketahui meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit liver yang telah dideritanya sejak lama. Sebelum mengembuskan napas terakhir, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisi kesehatannya yang terus menurun.

 

Bagi Siti, santunan tersebut bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi secercah harapan untuk melanjutkan kehidupan keluarga yang kini hanya mengandalkan usaha berjualan lontong sebagai sumber penghasilan.

 

“Saya benar-benar tidak menyangka akan menerima santunan ini. Terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan perhatian kepada keluarga kami,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

 

Program perlindungan sosial ketenagakerjaan yang dijalankan Pemkab Bojonegoro menjadi bukti bahwa kehadiran pemerintah tidak berhenti pada penyusunan kebijakan, tetapi juga diwujudkan dalam perlindungan nyata bagi masyarakat. Santunan yang diberikan mampu membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang kehilangan tulang punggung akibat risiko kehidupan.

 

Melalui kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkab Bojonegoro terus memperluas cakupan kepesertaan pekerja rentan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh jaminan sosial. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman bagi para pekerja sektor informal sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka ketika menghadapi musibah yang tidak terduga.

 

Di tengah manfaat yang telah dirasakan, masyarakat pun berharap program perlindungan pekerja rentan ini tidak hanya menjadi kebijakan jangka pendek. Mereka menginginkan agar program tersebut terus dipertahankan dan berkelanjutan, sehingga pekerja sektor informal di Bojonegoro tetap mendapatkan perlindungan sosial pada tahun-tahun mendatang, tanpa terpengaruh oleh pergantian kebijakan maupun kepemimpinan daerah.

 

Harapan itu mencerminkan besarnya manfaat program bagi masyarakat kecil. Keberlanjutan program dinilai akan menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman dan kepastian bagi para pekerja rentan beserta keluarganya saat menghadapi berbagai risiko kehidupan.

 

(Tim/red)