Kampungberita.com WAI KANANS — Langit seolah tak lagi bersahabat. Hujan deras yang turun tanpa henti selama beberapa hari terakhir kini berubah menjadi bencana yang menyayat hati. Air bah perlahan datang, lalu tanpa ampun menggenangi rumah-rumah warga di tiga kampung di Kecamatan Negara Batin.
Sejak Jumat malam (17/4/2026), air mulai merayap masuk ke dalam rumah, merendam lantai tempat keluarga biasa berkumpul, hingga memaksa sebagian warga hanya bisa pasrah menyelamatkan apa yang tersisa. Hingga Sabtu siang, genangan itu belum juga surut—justru bertahan seakan enggan pergi.
Tiga kampung yang terdampak—Sri Menanti, Kerta Jaya, dan Kiling-Kiling—kini diliputi kesedihan. Sedikitnya 26 rumah terendam, dan bersama itu, aktivitas warga pun lumpuh. Tak ada lagi rutinitas seperti biasa, hanya kekhawatiran yang terus membayangi.
Anak-anak tak bisa bermain, orang tua tak bisa bekerja, dan para lansia hanya bisa duduk menatap air yang semakin tinggi, berharap semua ini segera berakhir.
Di tengah kondisi itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Way Kanan sudah berada di lokasi. Leo Saputra, salah satu anggota tim, menyampaikan bahwa situasi masih belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
“Hingga Sabtu siang, air masih bertahan. Kami khawatir debit akan kembali naik jika hujan turun lagi,” ujarnya dengan nada penuh kewaspadaan.
Banjir ini terjadi akibat curah hujan ekstrem yang membuat sungai meluap. Air yang seharusnya mengalir kini tak lagi tertampung, lalu mencari jalan—dan rumah warga menjadi korbannya.
Di balik genangan itu, ada ketakutan yang tak terucap. Ada harapan yang mulai goyah. Namun warga tetap bertahan, saling menguatkan di tengah ujian.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap siaga:
Waspadai banjir susulan yang bisa datang kapan saja
Amankan barang berharga ke tempat lebih tinggi
Segera lapor jika membutuhkan evakuasi
Di tengah derasnya hujan dan dinginnya air yang merendam, satu hal yang masih tersisa adalah harapan—bahwa air ini akan surut, dan kehidupan bisa kembali seperti semula.







