Kampungberita.com BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan buruh pabrik rokok melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.
Penyaluran bantuan secara simbolis dilaksanakan di Aula PT Kareb Alam Sejahtera (MPS Dander), Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala Dinas Sosial Agus Susetyo Hardiyanto, jajaran Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, perwakilan Bea Cukai, pihak perusahaan, serta para buruh penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan bahwa penyaluran BLT DBHCHT tahun ini dilaksanakan di tengah adanya penyesuaian anggaran transfer dari pemerintah pusat. Di sisi lain, jumlah buruh pabrik rokok yang tercatat sebagai penerima manfaat justru mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlah penerima tahun ini bertambah, sementara kemampuan anggaran mengalami penyesuaian. Karena itu bantuan diberikan secara adil dan transparan agar semakin banyak pekerja tetap bisa merasakan manfaat,” ujar Nurul Azizah.
Pada Tahun Anggaran 2026, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan sekitar Rp16 miliar untuk program BLT DBHCHT. Dana tersebut disalurkan kepada 15.925 buruh pabrik rokok yang tersebar di sejumlah perusahaan industri hasil tembakau di wilayah Bojonegoro.
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp875 ribu. Nilai tersebut disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah sekaligus mempertimbangkan bertambahnya jumlah penerima manfaat setiap tahun.
Nurul Azizah menegaskan, Bojonegoro menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang konsisten mempertahankan program bantuan bagi buruh rokok sejak akhir 2023. Menurutnya, keberlanjutan program ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap para pekerja sektor industri hasil tembakau yang turut berkontribusi pada perekonomian daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan di PT Gelora Djaja, Kecamatan Baureno, pada 13 Mei 2026, sedangkan gelombang kedua berlangsung di MPS Dander pada 20 Mei 2026.
“Hingga saat ini total bantuan yang telah tersalurkan mencapai sekitar Rp12,74 miliar kepada ribuan penerima manfaat,” jelasnya.
Melalui program BLT DBHCHT ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, ketahanan ekonomi keluarga buruh semakin kuat, serta pemanfaatan dana bagi hasil cukai benar-benar dirasakan secara tepat sasaran oleh masyarakat yang berhak menerima.
Program ini sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan bahwa penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau dapat kembali memberikan manfaat langsung bagi para pekerja yang menjadi bagian penting dari rantai industri tersebut. (Prokopim)







