Kampungberita.com JAWA TIMUR 25/mei/2026 – Peran guru swasta dalam membangun pendidikan nasional tidak bisa dipandang sebelah mata. Di tengah berbagai keterbatasan fasilitas dan kesejahteraan, jutaan guru swasta di seluruh Indonesia tetap konsisten menjalankan tugas mulia mencerdaskan generasi bangsa.
Mereka hadir di ruang-ruang kelas sejak pagi hingga sore, mendidik, membimbing, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak Indonesia. Namun di balik pengabdian besar tersebut, masih banyak guru swasta yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, bahkan menerima penghasilan yang jauh dari standar kelayakan.
Ironisnya, ketika persoalan kesejahteraan disuarakan, tak jarang muncul anggapan bahwa guru swasta cukup menuntut yayasan tempat mereka mengabdi. Cara pandang seperti ini dinilai terlalu sempit dan mengabaikan fakta bahwa sekolah maupun madrasah swasta merupakan bagian resmi dari sistem pendidikan nasional.
Ketua Pimpinan Daerah PGMM Kabupaten Bojonegoro, Galih, yang juga Sekretaris Pengurus Wilayah PGMM Jawa Timur sekaligus Tim IT Pengurus Pusat PGMM, menegaskan bahwa negara tidak boleh menutup mata terhadap kondisi para guru swasta.
> “Guru swasta bukan sekadar tenaga yayasan. Mereka menjalankan amanah negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka mengajar kurikulum nasional, membina karakter peserta didik, dan menjadi penopang pendidikan di banyak wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, di sejumlah daerah, keberadaan sekolah dan madrasah swasta justru menjadi ujung tombak pelayanan pendidikan ketika fasilitas pendidikan negeri belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, Galih menilai negara wajib menghadirkan regulasi yang memberikan perlindungan dan kepastian kesejahteraan bagi guru swasta.
> “Ini bukan soal meminta belas kasihan. Ini tentang keadilan. Guru swasta berhak mendapatkan perhatian yang sama karena mereka juga sedang membangun masa depan Indonesia,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika persoalan kesejahteraan guru swasta terus dianggap sebagai tanggung jawab internal yayasan semata, maka ketimpangan pendidikan nasional akan terus terjadi.
PGMM pun berharap pemerintah bersama DPR RI segera merumuskan kebijakan yang berpihak kepada guru swasta, baik di sekolah swasta maupun madrasah swasta, agar tercipta sistem pendidikan yang lebih adil dan merata.
Sebab pada hakikatnya, guru swasta bukan pelengkap pendidikan nasional, melainkan salah satu fondasi utama yang menjaga masa depan bangsa tetap berdiri kokoh.
(Red/tim)







