Kampungberita.com
BANYUWANGI – Suara perempuan akhirnya benar-benar didengar di Desa Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo. Dalam pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari unsur keterwakilan perempuan pada Jumat pagi (17/7/2026), Desy Kumalasari (Nomor Urut 2) meraih kemenangan mutlak dengan perolehan 27 suara, mengalahkan saingannya Imelda Cucu Widyatama yang hanya mengantongi 4 suara.
Kemenangan telak ini bukan sekadar angka, melainkan mandat kuat dari kader PKK, Posyandu, tokoh perempuan, dan perangkat desa perempuan yang hadir di Pendopo Desa Sumberanyar. Mereka memilih Desy sebagai wakil sah yang akan membawa aspirasi kaum hawa ke meja pemerintahan desa untuk periode 2026–2034.
Camat Tegas: Ini Hak Mutlak Ibu-Ibu, Bukan Urusan “Bapak-Bapak”
Momen ini menjadi sorotan khusus karena adanya penegasan keras dari pihak kecamatan. Staf Pemerintahan Kecamatan Wongsorejo, Slamet Yatim, yang mewakili Camat Mohammad Mahfud, memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif perempuan. Ia juga memberikan peringatan tegas agar proses ini steril dari intervensi laki-laki.
“Pemilihan keterwakilan perempuan di BPD ini tidak boleh diintervensi oleh kami kaum bapak-bapak. Kami hanya fasilitator. Seluruh proses dan pilihan sepenuhnya menjadi hak ibu-ibu,” ujar Slamet Yatim di hadapan para pemilih.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Desa Sumberanyar, bersama Desa Wongsorejo dan Watukebo, menjadi pelopor demokrasi gender di tingkat kecamatan. Ini adalah bukti bahwa perempuan mampu menentukan nasibnya sendiri tanpa didikte oleh struktur patriarki yang sering mendominasi politik desa.
Komposisi BPD Sumberanyar Semakin Lengkap
Dengan terpilihnya Desy Kumalasari, maka komposisi BPD Desa Sumberanyar semakin lengkap. Sebelumnya, melalui proses pemilihan dua hari sebelumnya (Rabu-Kamis), telah ditetapkan:
* Dusun Curahuser: Siddik dan Sylviana Endang (mengalahkan Slamet Ahmadi).
* Dusun Parse: M. Munir dan Saipan (tetap tanpa voting karena jumlah calon sesuai kuota).
Ketua Panitia, Alvin Bahtiar, menjelaskan bahwa kelima anggota BPD ini dipilih berdasarkan kewilayahan, jumlah penduduk, dan kemampuan keuangan desa. Khusus untuk kursi perempuan, tujuannya jelas: memastikan isu-isu strategis seperti kesehatan ibu, anak, dan pemberdayaan ekonomi perempuan tidak terabaikan dalam perencanaan desa.
Tantangan Besar Menanti Desy Kumalasari
Kemenangan 27 banding 4 menunjukkan kepercayaan tinggi warga perempuan terhadap Desy. Namun, ini juga merupakan beban berat. Warga menunggu aksi nyata, bukan hanya janji. Apakah Desy mampu menerjemahkan suara 27 pemilih tersebut menjadi kebijakan konkret yang mensejahterakan perempuan Desa Sumberanyar?
Satu hal pasti: Pintu demokrasi di Sumberanyar telah terbuka lebar bagi perempuan. Kini, giliran Desy Kumalasari membuktikan bahwa suaranya bukan sekadar simbol, melainkan kekuatan perubahan yang nyata.
Oleh : Kurniadi







