Daerah  

Malu di Mata Wisatawan! Kades Wongsorejo Abdul Bakar dan Staf Turun Tangan Bersihkan Sampah Warga, Sementara Masyarakat Masih Asyik Buang Sampah Sembarangan “di Jembatan” Banyuwangi-Bali

kampungberita8
Oplus
oplus_0

Kampungberita.com

BANYUWANGI – Ironi besar terjadi di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Pada Jumat (17/7/2026), Kepala Desa Wongsorejo, Abdul Bakar, bersama seluruh jajaran staf Pemerintah Desa (Pemdes) terpaksa turun langsung ke jalan untuk memunguti sampah di lingkungan kantor dan sekitarnya. Aksi ini dilakukan dalam rangka mendukung program “BWI Bersih”, namun di balik semangat para aparatur desa, tersimpan kritik pedas bagi warga yang masih belum memiliki kesadaran dasar untuk menjaga kebersihan.

Sebagai wilayah yang menjadi pintu masuk utama dari arah Surabaya menuju Banyuwangi dan Pulau Bali, Wongsorejo seharusnya menjadi etalase keindahan dan ketertiban. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa tumpukan sampah liar masih sering dijumpai, memaksa pemimpin desa dan stafnya bertindak sebagai pemulung dadakan demi menyelamatkan wajah daerah.

Kritik Tajam: Kapan Warga Mau Bangkit dari Sikap Apatis?

Aksi bersih-bersih yang dipimpin langsung oleh Kades Abdul Bakar ini sejatinya adalah bentuk kepedulian tinggi seorang pemimpin. Namun, hal ini juga menjadi cerminan kegagalan edukasi dan penegakan aturan di tingkat akar rumput.

“Sangat memprihatinkan ketika aparat desa harus sibuk membersihkan ulah warga sendiri. Jika setiap warga sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, maka energi Kades dan staf bisa digunakan untuk inovasi pembangunan, bukan sekadar memungut puntung rokok atau bungkus plastik,” ujar salah satu pengamat sosial masyarakat setempat.

Perilaku buang sampah sembarangan bukan hanya soal estetika, tetapi mencerminkan rendahnya rasa memiliki terhadap lingkungan. Di saat wisatawan mancanegara maupun domestik melintas melalui jalur nasional Wongsorejo, pemandangan sampah di selokan atau pinggir jalan adalah “kartu nama” buruk yang sulit dihapus.

Harapan Kades: Jangan Hanya Andalkan Pemdes

Dalam sambutannya, Kades Abdul Bakar menekankan pentingnya Wongsorejo sebagai gerbang wisata. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi tamparan keras bagi kesadaran kolektif warga.

“Kami sudah berusaha maksimal menjaga lingkungan kantor dan sekitarnya agar layak dilihat. Tapi usaha ini akan sia-sia jika warga di luar sana tetap cuek. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas tukang sampah atau perangkat desa,” tegas Abdul Bakar.

Program “BWI Bersih” tidak akan berhasil jika hanya digerakkan oleh segelintir orang. Diperlukan perubahan mentalitas drastis dari warga Wongsorejo. Mulai hari ini, hentikan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Hormati kerja keras Kades dan staf Anda dengan cara paling sederhana: buang sampah pada tempatnya.

Jika warga terus abai, jangan salahkan jika Wongsorejo hanya dikenang sebagai daerah transit yang kotor, bukan sebagai destinasi yang menawan.

Oleh ; Kurniadi