Kampungberita.com//BOJONEGORO 6/6/2026 – Diduga sejumlah siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) kadungrejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, didapati merokok di luar jam istirahat sekolah. Peristiwa tersebut menuai perhatian masyarakat yang menilai perlunya peningkatan pengawasan dan pembinaan terhadap peserta didik selama berada di lingkungan pendidikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi merokok tersebut terjadi pada waktu kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Kejadian itu kemudian menjadi perbincangan warga karena dilakukan oleh pelajar yang masih berada dalam usia sekolah dan terjadi di area yang dapat dilihat oleh masyarakat umum.
Masyarakat berharap pihak sekolah segera mengambil langkah evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Selain berpotensi melanggar tata tertib sekolah, perilaku tersebut juga dinilai dapat memberikan contoh yang kurang baik bagi pelajar lain maupun lingkungan sekitar.
Sejumlah warga menilai bahwa pengawasan terhadap siswa perlu diperketat, terutama pada jam-jam pembelajaran berlangsung. Selain pengawasan, pendekatan edukatif melalui pembinaan karakter dan penyuluhan mengenai bahaya merokok juga dianggap penting untuk mencegah terjadinya pelanggaran serupa.
“Kami berharap sekolah lebih aktif melakukan pengawasan. Jangan sampai siswa dengan mudah keluar atau melakukan aktivitas yang tidak sesuai aturan saat jam pelajaran berlangsung. Ini menjadi tanggung jawab bersama demi masa depan anak-anak,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan perilaku sehat peserta didik. Oleh karena itu, sinergi antara pihak sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung tumbuh kembang siswa.
Kejadian ini patut menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak MTs kadungrejo Baureno. Guru dan manajemen sekolah diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik selama jam pelajaran berlangsung serta memastikan seluruh aturan sekolah dijalankan secara konsisten.
Sebagai lembaga pendidikan, sekolah memiliki tanggung jawab moral dan profesional dalam membina perilaku siswa. Pengawasan yang lemah berpotensi membuka ruang bagi terjadinya pelanggaran tata tertib dan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan.
Pihak sekolah diharapkan segera melakukan langkah pembinaan, memberikan sanksi edukatif sesuai aturan yang berlaku, serta memperkuat program pendidikan karakter dan sosialisasi bahaya merokok kepada seluruh siswa. Dengan demikian, kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tetap terjaga.
Masyarakat berharap peristiwa ini menjadi momentum perbaikan bagi seluruh pihak, sehingga lingkungan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman, disiplin, dan mampu membentuk generasi muda yang berakhlak baik serta bertanggung jawab.
(Kan/red)







