Jember,Kampungberita.Com
Bupati Jember melakukan peninjauan langsung terhadap proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang berlokasi di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah. Langkah ini diambil guna memastikan pengerjaan infrastruktur vital tersebut berjalan optimal demi menyokong produktivitas sektor pertanian pasca pandemi.
Pembangunan saluran pengairan yang menelan anggaran sebesar Rp 195 juta dengan panjang 260 meter ini diproyeksikan mampu menjamin stabilitas pasokan air untuk 20 hektare lahan pertanian di sekitarnya. Dengan perbaikan ini, masalah klasik berupa kebocoran air dan pendangkalan saluran yang kerap merugikan petani setempat dipastikan dapat teratasi.
Bupati menegaskan bahwa realisasi fisik di lapangan harus dipantau secara ketat agar kualitas bangunan sesuai dengan standar teknis yang direncanakan.
“Hari ini kita melihat langsung progres pengerjaan RJIT di Wonojati. Ini adalah urat nadi bagi sawah-sawah warga. Oleh karena itu, saya minta kita awasi bersama,” ujar Bupati Jember di sela-sela peninjauannya.

Transparansi Anggaran dan Pengawasan Partisipatif
Pemerintah Kabupaten Jember mendorong keterlibatan aktif dari kelompok tani (poktan) serta masyarakat sekitar dalam mengawal proyek ini. Menurut Bupati, pengawasan dari masyarakat adalah benteng utama untuk memastikan seluruh material dan spesifikasi bangunan dikerjakan dengan jujur dan terbuka.
“Jika masyarakat ikut mengawasi, rasa memiliki terhadap infrastruktur ini akan tumbuh. Jadi tidak hanya sekadar membangun, tetapi kita juga bersama-sama merawatnya ke depan,” imbuhnya.
Mengoptimalkan Hasil Tanam di Sektor Hilir
Sebelum adanya rekonstruksi ini, aliran air menuju lahan pertanian seluas 20 hektare tersebut seringkali tidak merata, terutama bagi para petani yang menggarap lahan di area hilir. Kerusakan dinding saluran lama membuat debit air menyusut drastis sebelum sampai ke petak sawah tujuan.
Melalui rampungnya proyek RJIT sepanjang 260 meter ini, Pemkab Jember optimistis efisiensi distribusi air akan meningkat secara signifikan. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak indeks pertanaman (IP) para petani di Desa Wonojati, sekaligus memperkuat ketahanan pangan wilayah Jember.
( Nurcahyono )






