Kampungberita.com//Bojonegoro – Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro kembali bersiap menggelar Samin Festival 2026. Memasuki satu dekade penyelenggaraan, festival budaya tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pelestarian tradisi, memperkenalkan nilai-nilai luhur ajaran Samin, sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap kekayaan budaya lokal.
Mengusung tema “Sabare Di Eling-Eling, Trokale Dilakoni”, festival ini akan berlangsung pada 14–20 Juni 2026 dengan menghadirkan beragam rangkaian kegiatan budaya yang sarat makna. Tema tersebut mencerminkan pesan tentang pentingnya kesabaran, keteguhan, dan kerja nyata dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tradisi Nggemblang, sebuah kegiatan kebersamaan yang dilaksanakan selama 24 jam penuh. Tradisi yang identik dengan semangat gotong royong dan persaudaraan ini menjadi simbol kuat kehidupan masyarakat Samin yang menjunjung tinggi kesederhanaan, kebersamaan, dan solidaritas sosial.
Memasuki penghujung pekan, masyarakat akan melaksanakan Gumbregan, tradisi ungkapan rasa syukur atas kesehatan dan keselamatan hewan ternak yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan warga. Tradisi tersebut mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan makhluk hidup lainnya yang terus dijaga oleh komunitas Samin.
Nuansa spiritual akan semakin terasa melalui kegiatan Umbul Dungo, yaitu doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon keselamatan, ketenteraman, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kehidupan sosial yang harmonis tidak hanya dibangun melalui hubungan antarmanusia, tetapi juga melalui kedekatan spiritual dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Sebagai bagian dari pelestarian seni budaya daerah, festival juga akan menghadirkan pertunjukan Wayang Thengul, kesenian khas Bojonegoro yang telah menjadi identitas budaya masyarakat setempat. Kehadiran kesenian tradisional ini diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah di tengah arus modernisasi.
Puncak acara akan ditandai dengan kegiatan Ngangsu Kawruh, sebuah forum budaya yang membuka ruang dialog, pembelajaran, dan pertukaran pengetahuan mengenai sejarah, filosofi, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Samin. Kegiatan ini menjadi sarana edukatif bagi masyarakat luas untuk memahami ajaran Samin yang menjunjung kejujuran, kesederhanaan, kerja keras, dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui penyelenggaraan Samin Festival 2026, masyarakat Dusun Jepang bersama Pemerintah Desa Margomulyo berharap warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun tetap lestari dan mampu menjadi sumber inspirasi bagi generasi masa kini. Festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga ruang refleksi untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang relevan dalam membangun kehidupan sosial yang rukun, berkeadilan, dan berkelanjutan.
(Red/tim)





