Sentuhan Kepedulian di Trucuk: Kapolres Bojonegoro Kuatkan Semangat Hidup Ainur Riz

IMG 20260416 WA0191

Kampungberita.com BOJONEGPRO – Di tengah kesederhanaan sebuah rumah di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, terselip kisah keteguhan hati seorang remaja penyandang disabilitas bernama Ainur Riza. Di tempat itulah, harapan kembali dikuatkan lewat kehadiran Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, bersama Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Bojonegoro, Ny. Dita Afrian, pada Kamis (15/4/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan wujud nyata empati dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih. Dengan penuh kehangatan, Kapolres beserta rombongan menyerahkan bantuan berupa bingkisan dan tali asih kepada Ainur Riza dan keluarganya—sebuah simbol dukungan moral agar tetap kuat menjalani kehidupan.

Di balik keterbatasan fisik yang dimiliki, Ainur Riza menyimpan semangat luar biasa. Remaja 17 tahun asal Desa Banjarsari ini tetap berjuang menempuh pendidikan sebagai siswa kelas X di SLB Negeri Sumbang Bojonegoro. Tak hanya itu, sepulang sekolah ia turut membantu ibunya dengan bekerja membersihkan gagang tembakau di gudang belakang rumah, sekaligus mengerjakan pekerjaan rumah tangga demi meringankan beban keluarga.

Kapolres Bojonegoro menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Bantuan ini mungkin tidak besar, namun kami berharap bisa menjadi penyemangat bagi Ainur untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ujar AKBP Afrian Satya Permadi.

Ia juga mengingatkan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tentang pentingnya kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau tidak bisa membantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau tidak bisa membantu beberapa orang, bantulah satu orang,” tuturnya, mengutip pesan Presiden.

Nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan kemanfaatan bagi sesama sebagai ukuran kemuliaan manusia.

Kehadiran Kapolres dan Bhayangkari di rumah Ainur Riza menjadi lebih dari sekadar kunjungan—ia menjelma menjadi suntikan harapan. Sebuah pengingat bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang peduli, dan di balik setiap kesulitan, selalu ada ruang untuk bangkit dan bermimpi.