60 Siswa SRMA 36 Bojonegoro Diberangkatkan ke Tuban, Bupati: Jadikan Kesempatan Ini untuk Meraih Cita-Cita

aksesadim01
IMG 20260731 WA0217

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Haru dan doa mengiringi keberangkatan 60 peserta didik Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro Tahun Ajaran 2026/2027. Para siswa tersebut diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban untuk memulai proses pendidikan mereka.

 

Pelepasan peserta didik berlangsung pada Kamis (30/7/2026) dan dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Di hadapan para siswa dan orang tua, Bupati memberikan motivasi agar kesempatan mengikuti Program Sekolah Rakyat dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai pijakan untuk meraih masa depan.

 

Sebanyak 60 siswa akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban untuk sementara waktu. Penempatan tersebut dilakukan karena pembangunan gedung permanen SRMA 36 Bojonegoro masih dalam tahap persiapan.

 

Kebijakan itu merupakan bagian dari arahan Kementerian Sosial Republik Indonesia agar proses pendidikan peserta didik dapat segera dimulai tanpa harus menunggu pembangunan fasilitas sekolah di Bojonegoro selesai.

 

Setelah gedung SRMA 36 Bojonegoro siap digunakan, para peserta didik akan kembali melanjutkan proses pembelajaran di daerah asalnya.

 

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh pendidikan yang layak.

 

Menurutnya, program tersebut menjadi peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita tanpa terhambat oleh keterbatasan ekonomi maupun akses terhadap fasilitas pendidikan.

 

«“Program ini adalah bentuk ikhtiar dan doa bersama agar semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak,” ujar Setyo Wahono.»

 

Ia berpesan kepada para siswa agar tetap menjaga semangat belajar selama berada di Tuban. Menurutnya, keberangkatan tersebut bukan sekadar perjalanan menuju tempat belajar baru, tetapi menjadi bagian penting dari proses untuk membangun masa depan.

 

Setyo Wahono juga mengingatkan para siswa untuk menjaga kedisiplinan, mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, serta menghormati para guru dan lingkungan sekolah.

 

“Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajar dengan sungguh-sungguh dan jangan mudah menyerah. Keberhasilan kalian nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan diri sendiri, tetapi juga kebanggaan orang tua dan daerah,” pesannya.

 

Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada pemerintah melalui Program Sekolah Rakyat. Kepercayaan tersebut, kata dia, merupakan amanah yang harus dijaga bersama.

 

Dukungan dan doa keluarga dinilai menjadi modal penting bagi para siswa selama menjalani pendidikan di tempat yang baru. Dengan dukungan tersebut, para peserta didik diharapkan mampu beradaptasi, berkembang, dan terus mengejar cita-cita.

 

Keberangkatan 60 peserta didik menuju Tuban pun menjadi awal perjalanan baru bagi anak-anak Bojonegoro. Di balik suasana haru saat melepas kepergian mereka, tersimpan harapan agar pendidikan yang ditempuh dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masa depan mereka.

 

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mempersiapkan pembangunan gedung permanen SRMA 36 Bojonegoro. Kehadiran fasilitas tersebut nantinya diharapkan mampu menyediakan lingkungan pendidikan yang representatif, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran secara optimal.

 

Program Sekolah Rakyat sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan. Pemerintah berharap tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan kondisi sosial maupun fasilitas pendidikan.

 

Dengan dimulainya proses pendidikan di Tuban, 60 peserta didik SRMA 36 Bojonegoro kini membawa harapan baru. Mereka berangkat bukan sekadar untuk menempuh pendidikan, tetapi juga untuk menjemput kesempatan dan masa depan yang lebih baik.

(Red/prok)