Kampungberita.com/BOJONEGORO – Ribuan anak bersama orang tua dan wali murid memadati kawasan Aula Taqwa, Jalan Teuku Umar, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (8/8/2026). Mereka mengikuti Pawai Akbar Tunas Athfal 2026 yang digelar Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PD IGABA) Kabupaten Bojonegoro dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42.
Sekitar 3.000 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas kurang lebih 1.500 anak didik PAUD/TK ‘Aisyiyah dan 1.500 orang tua atau wali murid dari 45 lembaga pendidikan se-Kabupaten Bojonegoro.
Mengusung tema “Anak Sholeh Hebat, Terlindungi, dan Siap Menuju Masa Depan”, pawai tidak hanya menjadi kegiatan peringatan Hari Anak Nasional. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan pendidikan karakter, nilai-nilai keislaman, semangat kebangsaan, serta pengenalan kepanduan Hizbul Wathan (HW) kepada anak-anak sejak usia dini.
Bunda PAUD Kabupaten Bojonegoro, Hj. Cantika Wahono, hadir dalam kegiatan tersebut. Ia memberikan sambutan sekaligus secara resmi memberangkatkan peserta Pawai Akbar Tunas Athfal 2026.
Dalam sambutannya, Cantika menegaskan pentingnya pemenuhan hak anak, mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, perlindungan hingga pendampingan keluarga.
“Setiap anak berhak untuk tumbuh sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, terlindungi, serta memperoleh pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Menurut Cantika, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk kembali mengingatkan seluruh pihak bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah.
Keluarga, kata dia, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak. Rumah menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk belajar mengenal nilai-nilai kehidupan, mendapatkan kasih sayang, sekaligus memperoleh pendampingan dalam proses tumbuh kembangnya.
Cantika juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus IGABA, kepala sekolah, guru, serta para orang tua dan wali murid yang selama ini berperan dalam mendampingi serta mendukung tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Bojonegoro.
Tanamkan Karakter Sejak Dini
Ketua PD IGABA Kabupaten Bojonegoro, Anjarwati, mengatakan Pawai Akbar Tunas Athfal 2026 memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, pawai menjadi media pembelajaran bagi anak untuk mengenal kedisiplinan, tanggung jawab, kesopanan, kebersamaan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.
“Melalui kostum kepanduan Hizbul Wathan yang dikenakan anak-anak hari ini, kita menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan sejak dini,” kata Anjarwati.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari proses membangun generasi yang memiliki karakter kuat, percaya diri, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Dari langkah kecil anak-anak hari ini, insyaAllah akan lahir langkah besar untuk masa depan Bojonegoro,” imbuhnya.
Suasana pawai semakin meriah ketika anak-anak menampilkan tepuk Hizbul Wathan sebelum rombongan diberangkatkan. Dengan penuh antusias, barisan peserta kemudian bergerak menyusuri rute pawai dengan didampingi orang tua dan wali murid.
Seragam kepanduan yang dikenakan peserta berpadu dengan iringan musik drumband, menciptakan suasana semarak sekaligus menampilkan kekompakan para peserta sepanjang kegiatan.
Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Keluarga
Pawai Akbar Tunas Athfal 2026 juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar-lembaga PAUD ‘Aisyiyah di Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa tumbuh kembang anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, serta mendukung perkembangan anak.
Semangat ribuan peserta yang memenuhi kawasan Aula Taqwa menjadi gambaran adanya komitmen bersama untuk memberikan ruang tumbuh yang positif bagi anak-anak.
Melalui kegiatan yang memadukan unsur pendidikan, kebersamaan, kepanduan, dan keceriaan tersebut, Pawai Akbar Tunas Athfal 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan Hari Anak Nasional, tetapi turut menjadi bagian dari gerakan bersama mewujudkan generasi Bojonegoro yang sehat, berkarakter, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.
Semangat anak-anak yang memenuhi jalanan Bojonegoro hari itu menjadi pesan sederhana: membangun masa depan daerah dapat dimulai dari memberikan ruang yang aman, pendidikan yang baik, dan pendampingan penuh kasih kepada anak-anak sejak usia dini.
(Prok/red)







