Heboh! Wanita Banyuwangi Ditemukan Tewas di Tengah Hutan Perhutani, Polisi Temukan HP dan Pakaian Utuh Tanpa Luka Kekerasan

kampungberita8
IMG 20260627 WA0093
Kampungberita.com
BANYUWANGI – Warga Dusun Pancoran, Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang wanita di area hutan milik Perhutani pada Sabtu (27/6/2026) pagi. Jenazah tersebut diketahui berinisial A (Aminah), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat sore saat mencari kayu bakar.
Penemuan tragis ini bermula ketika dua warga, Samsul Arifin dan Nur Hatiah, hendak menuju ladang mereka di tengah hutan sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka terkejut menemukan sesosok tubuh tergeletak tak bergerak. Setelah diperiksa lebih lanjut bersama petugas Perhutani, tubuh tersebut ternyata adalah Aminah yang sedang dicari oleh keluarganya.
IMG 20260627 WA0095
Kronologi Hilangnya Sang Istri
Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan S.H., menjelaskan bahwa korban terakhir terlihat meninggalkan rumah pada Jumat (27/6/2026) sekira pukul 06.30 WIB untuk mencari kayu bakar. Ketika suaminya, Sunarto, pulang kerja pada pukul 14.00 WIB, Aminah belum juga kembali.
Khawatir terjadi hal tidak diinginkan, Sunarto bersama sekitar 50 warga lainnya langsung menyisir area hutan untuk mencari istri yang hilang. Namun, pencarian baru membuahkan hasil keesokan harinya ketika jenazah ditemukan oleh tetangga dekat.
Polisi: Tidak Ada Tanda-Tanda Kekerasan
Tim gabungan dari Polsek Wongsorejo dan Puskesmas Bajulmati segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil pemeriksaan medis awal oleh pihak Puskesmas menunjukkan fakta mengejutkan: tidak ditemukan luka-luka akibat kekerasan pada tubuh jenazah.
Barang bukti yang ditemukan di lokasi antara lain:
*   Sebuah ponsel merk Infinix Hot 11 Play.
*   Pakaian berupa daster biru motif batik dan jaket kuning yang masih dikenakan utuh.
Keluarga korban melalui keterangan saksi menyatakan bahwa Aminah memiliki riwayat penyakit lambung dan vertigo. Diduga, kondisi kesehatan tersebut kambuh saat korban berada di dalam hutan, sehingga menyebabkan ia terjatuh dan meninggal dunia.
Keluarga Tolak Otopsi, Jenazah Segera Dimakamkan
Menyikapi hasil pemeriksaan yang tidak menemukan unsur pidana, keluarga besar Aminah menerima keputusan tersebut dengan ikhlas. Mereka secara resmi membuat surat pernyataan penolakan terhadap tindakan otopsi.
“Keluarga menerima kematian Ibu Aminah dengan lapang dada. Kami percaya ini adalah takdir Illahi,” ujar salah satu perwakilan keluarga.
Jenazah Aminah kemudian dievakuasi ke rumah duka di Dusun Pancoran untuk dimandikan dan dishalatkan. Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan di pemakaman umum desa setempat siang ini.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Wongsorejo memastikan kasus ini diklasifikasikan sebagai kematian wajar akibat sakit/kondisi medis, meskipun proses investigasi awal tetap dilakukan secara transparan melibatkan saksi-saksi kunci seperti Samsul Arifin dan Nur Hatiah.