Putra Kaperwil Elangbali Jateng Tempuh Pendidikan Akmil Magelang, Kebanggaan dan Harapan untuk Negeri

Witoo1972
IMG 20260528 WA0048

Surakarta,Kampungberita.com

Pengabdian kepada negeri tanpa iman akan menjadi hampa. Kalimat sederhana namun penuh makna itu kini menjadi semangat yang dipegang teguh oleh keluarga besar Kaperwil Elangbali Jawa Tengah. Rasa bangga dan haru menyelimuti perjalanan hidup Anggara, S.E., ketika putra tercintanya, Ghossan Hari Anggara, resmi menempuh pendidikan sebagai Kopral Taruna di Akademi Militer.

Perjalanan menuju gerbang Akmil bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan disiplin, mental baja, pengorbanan, doa orang tua, serta tekad kuat untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Di usia muda, Ghossan Hari Anggara memilih jalan kehormatan untuk menjadi calon perwira TNI demi menjaga merah putih dan kehormatan Indonesia.

Bagi keluarga besar, keberhasilan ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan sebuah amanah besar. Di balik seragam loreng yang mulai dikenakan, ada tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik keluarga, bangsa, dan negara. Tangis haru orang tua pun tidak dapat disembunyikan ketika melihat putranya berdiri tegak sebagai Taruna Akademi Militer, tempat lahirnya calon pemimpin masa depan TNI.

IMG 20260528 WA0047

Anggara, S.E. mengaku perjalanan anaknya hingga mampu masuk Akmil penuh perjuangan dan doa. Pendidikan militer bukan hanya membentuk fisik dan kecerdasan, tetapi juga membangun karakter, loyalitas, integritas, dan keteguhan iman. Sebab sejatinya, kekuatan seorang prajurit tidak hanya lahir dari senjata dan keberanian, tetapi juga dari hati yang tulus dalam mengabdi kepada negeri.

“Pengabdian kepada negeri tanpa iman semua akan sia-sia,” menjadi pesan mendalam yang terus dipegang keluarga sebagai pengingat bahwa jabatan, pangkat, dan kehormatan harus dibarengi akhlak, kejujuran, serta rasa cinta kepada rakyat dan bangsa.

Kini langkah Ghossan Hari Anggara di bumi Magelang menjadi awal perjuangan panjang menuju cita-cita besar sebagai penjaga kedaulatan negara. Semangat muda, disiplin, dan jiwa patriotisme diharapkan mampu mengantarkannya menjadi prajurit yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan Indonesia.

Di tengah kerasnya pendidikan militer, doa keluarga terus mengalir agar Ghossan Hari Anggara diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalani setiap proses pendidikan. Karena bagi orang tua, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara.

Pewarta : Cendra