Daerah  

Nestapa Nenek Maniti (79): Hidup di Rumah Papan, Lupa dari Daftar Bansos, Sementara Tetangga ‘Mampu’ Tetap Dapat Jatah

Oplus
Oplus_131072

Kampungberita.com

BANYUWANGI – Potret ketimpangan sosial kembali terkuak di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo. Maniti (79), seorang lansia janda yang hidup sebatang kara di Dusun Alasmalang RT 01 RW 04, mengaku telah lebih dari satu dekade “hilang” dari radar bantuan sosial pemerintah. Padahal, kondisi fisiknya yang renta dan hunian berbahan papan yang reyot seharusnya menjadi prioritas utama bagi program perlindungan sosial.

Pantauan awak media pada Sabtu (4/7/2026) menunjukkan kenyataan pahit. Maniti harus memasak dan mengurus dirinya sendiri di tengah keterbatasan ekonomi yang serba pas-pasan. Ironisnya, nama perempuan sepuh ini lenyap dari daftar penerima bantuan tepat setelah suaminya meninggal dunia.

“Dulu Dapat, Sekarang Hilang”

“Saya pernah dapat bantuan waktu masih ada suami. Tapi setelah jadi janda sampai sekarang tidak pernah lagi dapat bantuan,” tutur Maniti dengan nada sedih. Ia mengakui bahwa anak-anaknya masih membantu, namun kondisi ekonomi mereka juga tidak jauh berbeda, sehingga bantuan tersebut sangat ia nantikan untuk menopang hari tuanya.

Pengakuan ini dibenarkan oleh Ketua RT 01 RW 04, Aziz Yanto, melalui istrinya, Susiati. “Iya, beliau sudah sepuh. Masih memasak sendiri dan tinggal sendirian di rumah papan. Yang membuat prihatin, warga lain banyak yang mendapat bantuan, sedangkan Bu Maniti justru tidak,” ungkap Susiati.

Indikasi Data Ganda dan Ketidakadilan

Kasus Maniti bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan indikasi kuat adanya ketidakakuratan data kemiskinan di tingkat desa. Maniti menyoroti adanya sejumlah warga lain yang secara kasat mata memiliki kondisi ekonomi lebih baik, namun tetap konsisten menerima bantuan sosial. Sebaliknya, dia yang hidup dalam keterbatasan ekstrem justru terabaikan.

Hal ini mempertanyakan integritas proses verifikasi dan validasi (verval) data yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Alasrejo. Apakah pemutakhiran data hanya bersifat formalitas? Ataukah ada unsur subjektivitas dan kedekatan personal yang lebih diutamakan daripada kebutuhan riil masyarakat?

Desa dan Dinsos Bungkam

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi maupun klarifikasi dari Kepala Desa Alasrejo maupun Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi terkait kasus pengabaian terhadap Maniti. Keheningan ini semakin memperkuat kesan abai terhadap warga miskin yang tidak memiliki suara.

Masyarakat mendesak agar Pemerintah Desa Alasrejo dan Dinas Sosial Banyuwangi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bantuan sosial harus benar-benar tepat sasaran, menjangkau mereka yang paling rentan seperti Maniti, bukan menjadi komoditas politik atau hak istimewa bagi kelompok tertentu.

Jangan biarkan lansia seperti Maniti menghabiskan sisa usianya dalam keputusasaan karena birokrasi yang tumpul dan hati aparatur yang membeku.( Kur – 1 )