Dari Lapangan Hijau ke Ruang Persaudaraan, PKDI Cup 2 Jatim Pererat Solidaritas Kepala Desa

aksesadim01
1000390812

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Lapangan hijau Stadion Letjend H. Soedirman Bojonegoro menjadi titik temu kepala desa dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Bukan hanya untuk beradu strategi dan kemampuan mengolah bola, tetapi juga untuk memperkuat komunikasi, silaturahmi, dan rasa persaudaraan melalui gelaran DPD PKDI Cup 2 Jawa Timur.

 

Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Bojonegoro menjadi tuan rumah ajang olahraga tersebut. Pembukaan digelar Jumat (7/8/2026) pukul 15.00 WIB, ditandai dengan kick off bersama Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, dan Ketua PKDI Kabupaten Bojonegoro KRAT. Sudawam.

 

Pertandingan perdana mempertemukan tim PKDI Kabupaten Bojonegoro melawan PKDI Kabupaten Lamongan. Meski membawa semangat kompetisi, jalannya pertandingan berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

 

Bagi PKDI, olahraga menjadi salah satu cara membangun kedekatan antarkepala desa. Pertemuan di lapangan dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih cair dibandingkan forum-forum pemerintahan yang cenderung formal.

 

Ketua PKDI Kabupaten Bojonegoro KRAT. Sudawam mengatakan DPD PKDI Cup 2 Jawa Timur memang dirancang dengan semangat football fun. Karena itu, ia meminta seluruh peserta menikmati pertandingan tanpa menghilangkan nilai sportivitas.

 

“Pertandingan ini adalah football fun. Jadi mari kita bertanding dengan santai, menyenangkan, dan tetap menjaga sportivitas. Yang paling utama adalah bagaimana kita bisa memupuk persaudaraan dengan penuh keceriaan dan keakraban,” ujar Sudawam.

 

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai orientasi utama. Menurutnya, pertandingan tersebut merupakan kesempatan untuk bersilaturahmi dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan kepala desa dari berbagai wilayah.

 

“Bapak-bapak kepala desa, mari bertanding dengan santai dan menyenangkan. Jangan lupa jaga kondisi dan kesehatan. Semoga dalam pertandingan DPD PKDI Cup 2026 ini tidak ada yang cedera,” katanya.

 

Kompetisi Berjalan, Keakraban Tetap Terjaga

 

Atmosfer persaudaraan menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan DPD PKDI Cup 2 Jawa Timur. Para peserta tetap menunjukkan semangat kompetitif saat berada di lapangan, namun suasana kekeluargaan tidak ditinggalkan.

 

Bagi kepala desa, kesempatan bertemu dalam kegiatan olahraga juga menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman. Berbagai persoalan mengenai pemerintahan dan pembangunan desa dapat dibicarakan secara lebih informal, tanpa sekat administratif maupun wilayah.

 

Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda olahraga. DPD PKDI Cup menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring organisasi sekaligus membangun komunikasi antarkepala desa di Jawa Timur.

 

Rangkaian pertandingan kembali berlangsung Minggu (9/8/2026) pukul 15.00 WIB. Tim PKDI Kabupaten Bojonegoro kembali turun ke lapangan dengan menghadapi PKDI Kabupaten Tuban.

 

Bagi tuan rumah, setiap pertandingan menjadi momentum untuk menjaga semangat kebersamaan. Persaingan di lapangan tetap diperlukan untuk menghadirkan atmosfer olahraga yang sehat, tetapi persaudaraan menjadi nilai yang harus tetap dibawa setelah pertandingan berakhir.

 

Memperkuat Komunikasi Antardesa

 

Kegiatan olahraga antarkepala desa memiliki makna yang lebih luas ketika ditempatkan dalam konteks penguatan hubungan antardaerah. Kepala desa dari berbagai wilayah memiliki karakteristik dan tantangan pemerintahan yang berbeda. Pertemuan seperti ini membuka ruang komunikasi untuk saling berbagi pengalaman dan gagasan.

 

PKDI Kabupaten Bojonegoro berharap pelaksanaan DPD PKDI Cup 2 Jawa Timur dapat menjadi momentum mempererat hubungan antaranggota PKDI sekaligus memperkuat solidaritas kepala desa di Jawa Timur.

 

Pada akhirnya, kemenangan dalam pertandingan hanya menjadi bagian kecil dari keseluruhan kegiatan. Nilai yang lebih penting adalah bagaimana para peserta dapat membangun hubungan yang lebih dekat, menjaga sportivitas, serta membawa pulang semangat persaudaraan.

 

Dari Stadion Letjend H. Soedirman Bojonegoro, pertandingan sepak bola itu pun menjadi gambaran bahwa persaudaraan dapat dibangun melalui cara yang sederhana: bertemu, bermain bersama, saling menghargai, dan menjaga kebersamaan.

(Red/Com)