Kampungberita.com
BANYUWANGI – Fenomena unik terjadi di pasar-pasar tradisional Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, pada Jumat (3/7/2026). Beredarnya informasi mengenai libur program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar ternyata berdampak signifikan terhadap penurunan harga bahan pokok, khususnya komoditas sayur-mayur dan telur.
Penurunan harga ini terasa sangat nyata bagi ibu rumah tangga di wilayah setempat. Berbeda dengan tren nasional yang cenderung stabil atau naik, pasar di Wongsorejo justru mengalami deflasi lokal akibat berkurangnya permintaan massal dari sektor pendidikan selama masa libur tersebut.
“Belanja Jadi Lebih Ringan”
Sejumlah warga mengaku merasakan langsung dampak positif dari kondisi ini. Stok sayuran yang biasanya diserap dalam jumlah besar untuk kebutuhan program MBG kini membanjiri pasar, sehingga pedagang terpaksa menurunkan harga agar barang tetap laku.
“Jelas terasa sekali bedanya. Biasanya kalau hari sekolah harga cabai dan telur itu ‘nakal’, tapi sekarang karena anak-anak libur dan program MBG juga berhenti sementara, harganya turun drastis. Kami jadi bisa belanja lebih banyak dengan uang yang sama,” ungkap salah satu pembeli di Pasar Wongsorejo.
Harapan: Stabilitas Harga Tanpa Beban Baru
Meski bersyukur dengan murahnya harga saat ini, warga menyimpan kekhawatiran akan kembalinya lonjakan harga ketika aktivitas sekolah dan program MBG kembali berjalan normal. Banyak warga yang terjepit di tengah inflasi umum berharap pemerintah dapat menemukan solusi win-win.
“Mudah-mudahan walaupun nanti MBG masuk lagi atau tidak, harganya tetap seperti ini. Jangan sampai setiap ada program pemerintah, rakyat kecil yang kena imbas kenaikan harga,” keluh warga lainnya.
Ada pula pandangan sinis dari sebagian masyarakat yang merasa “serba repot”. Mereka menilai bahwa jika MBG dilanjutkan tanpa kontrol pasokan yang ketat, risiko kenaikan harga bahan pokok akan kembali membebani dapur warga. Oleh karenanya, desakan kepada pemerintah daerah maupun pusat agar mampu menyeimbangkan pelaksanaan program strategis dengan stabilitas ekonomi mikro menjadi semakin mendesak.
Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada distribusi bantuan, tetapi juga melakukan pengawasan ketat terhadap rantai pasok agar tidak terjadi spekulasi harga yang merugikan masyarakat kecil di Banyuwangi







