Daerah  

Kemacetan Panjang Masih Mengular di Pelabuhan Ketapang, Ekor Antrean Capai Watudodol

kampungberita8
Screenshot 2026 06 25 10 45 33 54 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7
kampungberitacom
BANYUWANGI – Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, masih mengalami kemacetan parah hingga Senin (15/6/2026). Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ekor antrean kendaraan dari arah Utara telah memanjang hingga mencapai kawasan Watudodol.
Kondisi kemacetan ini didominasi oleh kendaraan berat berupa truk besar pengangkut logistik, serta disusul oleh mobil pribadi dan bus pariwisata yang hendak menyeberang ke Bali. Padatnya volume kendaraan menyebabkan laju arus lalu lintas menjadi sangat lambat dan memakan waktu berjam-jam bagi para pengguna jalan.
Pengguna Jalan Keluhkan Kendaraan “Ngeblong”
Di tengah kemacetan, para sopir dan pengguna jasa penyeberangan menyuarakan harapan mereka agar pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengurai kepadatan. Salah satu keluhan utama adalah adanya praktik kendaraan yang memotong antrean atau dikenal dengan istilah “ngeblong”, yang semakin memperparah situasi dan memicu ketegangan antar-pengemudi.uacap Arif sopir truk logistik asal Surabaya
“Kami berharap kemacetan segera bisa diurai. Tolong atur lalu lintasnya dengan lebih tegas agar tidak ada lagi kendaraan yang ngelong atau memotong antrean. Ini sudah sangat mengganggu waktu perjalanan kami,” ujar salah satu sopir truk logistik yang terjebak macet.
Menanti Solusi Cepat dari Pihak Pelabuhan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab spesifik lonjakan kendaraan pada hari tersebut. Namun, masyarakat dan pelaku transportasi mendesak agar manajemen Pelabuhan Ketapang bersama instansi terkait, seperti Kepolisian dan Dinas Perhubungan, segera memberikan solusi teknis.
Langkah-langkah seperti pengaturan jalur khusus, penambahan frekuensi penyeberangan, atau penegakan hukum terhadap pelanggar aturan antrean diharapkan dapat segera diterapkan untuk mengembalikan kelancaran arus lalu lintas di gerbang utama Jawa-Bali tersebut.