Upaya Maksimum ASDP Berbuah Hasil, Antrean Kendaraan di Ketapang Menyusut dari 7,7 Km Menjadi 2,5 Km

kampungberita8
Screenshot 2026 06 26 12 04 56 82 f69139cffc4d135a71392e13634f144a
kampungberita.com
BANYUWANGI – Upaya besar-besaran yang dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk mengurai kemacetan parah di Pelabuhan Ketapang mulai menunjukkan hasil positif. Setelah sempat mencapai puncak kepadatan dengan antrean sepanjang 7,7 kilometer, panjang antrian kendaraan kini berangsur-angsur menyusut menjadi sekitar 2,5 kilometer pada Kamis (25/6/2026).
Penurunan signifikan tersebut terjadi setelah ASDP mengoptimalkan seluruh fasilitas pelabuhan dan mengerahkan armada secara maksimal di lintasan strategis Ketapang-Gilimanuk. Langkah percepatan ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan tajam volume kendaraan selama masa libur sekolah yang telah menyebabkan kemacetan kronis sejak akhir pekan lalu.
Lonjakan 23 Persen Akibat Libur Sekolah
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menjelaskan bahwa akar permasalahan bermula dari peningkatan mobilitas masyarakat yang menyeberang dari Jawa ke Bali sejak Minggu (21/6/2026).
Data internal ASDP mencatat adanya lonjakan volume kendaraan yang drastis dalam waktu singkat. Pada Minggu (21/6), jumlah kendaraan yang dilayani mencapai 9.571 unit, atau meningkat 23 persen dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat 7.769 unit. Kenaikan tertinggi berasal dari kendaraan pribadi roda empat yang melonjak hingga 30 persen.
“Selain faktor libur sekolah, kondisi cuaca di Selat Bali dengan angin dan gelombang yang meningkat juga memperlambat proses bongkar muat kapal demi menjaga keselamatan pelayaran,” ujar Heru.
Gangguan Operasional Kapal LDF Perparah Situasi
Kondisi kepadatan semakin diperparah oleh terganggunya operasional dua kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP. Akibatnya, sebagian besar kendaraan logistik yang seharusnya menggunakan layanan LDF terpaksa dialihkan ke kapal reguler. Peralihan beban ini membuat dermaga reguler mengalami overload dan memperpanjang waktu antrean.
Strategi Darurat: 30 Kapal dan Pola Full TBB
Menyikapi situasi kritis tersebut, ASDP mengambil langkah-langkah darurat untuk mempercepat normalisasi layanan:
1.  Optimalisasi Dermaga MB: Mengoperasikan sebanyak 30 kapal di Dermaga Moveable Bridge (MB).
2.  Penguatan Dermaga Bulusan: Menambahkan layanan KMP Portlink VII untuk mempercepat distribusi kendaraan.
3.  Efisiensi Logistik: Kapal-kapal di Dermaga Landing Craft Machine (LCM) menjalankan pola full TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat) agar kendaraan logistik dapat bergerak lebih cepat tanpa menunggu lama.
4.  Layanan Roda Dua: Mengerahkan KMP Prathita melalui dermaga ponton khusus untuk mengantisipasi lonjakan sepeda motor.
Heru menegaskan bahwa seluruh jajaran ASDP bersama regulator dan pemangku kepentingan terkait bekerja selama 24 jam non-stop. “Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia agar arus kendaraan dan penumpang kembali lancar. Percepatan pelayanan adalah prioritas utama mengingat Ketapang-Gilimanuk adalah nadi logistik nasional,” tegasnya.
Permintaan Maaf dan Waspadai Lonjakan Lanjutan
ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa penyeberangan selama beberapa hari terakhir. Kemacetan yang mengular tidak hanya menghambat wisatawan, tetapi juga berdampak pada distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Meski kondisi kini mulai membaik dengan sisa antrean 2,5 kilometer, ASDP memastikan langkah penguraian akan terus dilakukan hingga arus benar-benar normal. Namun, tingginya mobilitas selama musim liburan membuat semua pihak diminta tetap waspada agar kepadatan serupa tidak kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.