Daerah  

Viral di Medsos, Bibit Jagung BUMDes Wongsorejo Diduga Gagal Tumbuh Setelah Seminggu Ditanam

kampungberita8
Screenshot 2026 06 24 12 49 12 87 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12
kampungberita.com
BANYUWANGI – Heboh beredar di media sosial terkait kegiatan penanaman jagung yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Dalam unggahan tersebut, terlihat kondisi lahan di mana bibit jagung yang telah ditanam sekitar tujuh hari lalu diduga tidak menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan atau gagal tumbuh.
Ketua BUMDes Wongsorejo, Iwan Ardiansyah, melalui keterangan di media sosial pada Rabu (24/6/2027), mengakui adanya kendala tersebut. Ia menjelaskan bahwa total bibit jagung yang ditanam awalnya berjumlah kurang lebih 10 kilogram. Namun, setelah satu minggu, tanaman tersebut tidak kunjung muncul ke permukaan tanah.
Komplain ke Penjual dan Penggantian Bibit
Menanggapi hal ini, pihak BUMDes langsung melakukan komplain kepada toko atau kios pertanian tempat mereka membeli bibit tersebut. Meski demikian, pihak BUMDes belum secara spesifik menyebutkan merek atau jenis varietas jagung yang digunakan, serta nama toko penjualnya.
“Kami sudah menyampaikan keluhan ke pihak penjual. Alhamdulillah, pihak toko merespons dengan baik dan bersedia mengganti bibit tersebut,” ujar Iwan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak toko telah memberikan pengganti bibit jagung sebanyak 12 kilogram, bertambah dari jumlah awal yaitu 10 kilogram. Bibit pengganti tersebut kini telah ditanam kembali di lahan milik BUMDes.
Verifikasi Lapangan Bersama BPD dan Pengawas Desa
Untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, dilakukan pantauan langsung di lapangan yang melibatkan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wongsorejo serta Pengawas Desa. Hasil tinjauan lapangan mengonfirmasi bahwa memang terdapat area di mana bibit sebelumnya tidak tumbuh optimal.
Langkah verifikasi ini penting untuk menjaga transparansi pengelolaan aset desa dan memastikan bahwa kerugian tidak semakin membengkak.
Perlu Konsultasi dengan PPL
Meski bibit pengganti sudah ditanam, muncul kritik konstruktif dari berbagai pihak. Masyarakat dan pengamat pertanian menyarankan agar BUMDes Wongsorejo segera berkonsultasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang ada di wilayah Wongsorejo.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui akar penyebab kegagalan tumbuh tersebut, apakah disebabkan oleh kualitas bibit, kondisi tanah, teknik penanaman, atau faktor cuaca. Tanpa analisis teknis yang tepat, dikhawatirkan masalah serupa bisa terulang kembali pada masa tanam berikutnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemilik toko pertanian terkait penyebab teknis mengapa bibit jagung tersebut tidak tumbuh. Pihak BUMDes diharapkan dapat lebih terbuka dalam menyikapi evaluasi teknis pertanian demi keberlanjutan usaha desa.