Sinergi Pemkab Bojonegoro dan PPNS Perkuat UMKM Ledok Kulon Berbasis Inovasi dan Potensi Lokal

aksesadim01
IMG 20260607 WA0122

Kampungberita.com//BOJONEGORO – Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui kunjungan dan Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Sabtu (6/6/2026).

 

Kegiatan tersebut bertujuan memetakan potensi ekonomi lokal sekaligus menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan UMKM berbasis inovasi dan teknologi. Rombongan PPNS yang dipimpin Ir. Ari Lendartono bersama dosen dan mahasiswa lintas disiplin ilmu melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah sektor unggulan yang berkembang di Ledok Kulon.

 

Beberapa potensi yang menjadi perhatian antara lain sentra produksi arang bakar, industri Tahu Ledok yang telah dikenal luas, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui penerapan teknologi tepat guna.

 

Kunjungan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing UMKM melalui riset, pendampingan, inovasi produk, hingga program pengabdian kepada masyarakat.

 

“Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan UMKM. Forum seperti ini menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi sehingga dapat dirumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Cantika.

 

Ia mengungkapkan bahwa pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses permodalan, peningkatan kualitas kemasan produk, penguatan branding, pemasaran digital yang belum optimal, hingga aspek legalitas dan standarisasi produk.

 

Karena itu, menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia akademik, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan UMKM secara nyata.

 

“Pemerintah daerah terus berupaya mendampingi UMKM agar mampu naik kelas. Berbagai program kurasi dan pembinaan dilakukan untuk memastikan produk lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Cantika juga mendorong para pelaku usaha agar terus meningkatkan kapasitas diri, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta terbuka terhadap berbagai peluang kolaborasi. Ia mencontohkan Tahu Ledok sebagai salah satu produk legendaris Bojonegoro yang hingga kini tetap memiliki pangsa pasar yang kuat.

 

Produk tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga telah dipasarkan ke berbagai daerah di sekitar Bojonegoro, seperti Tuban, Blora, dan Gresik. Dengan dukungan inovasi dan strategi pemasaran yang tepat, Tahu Ledok diyakini memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

 

Sementara itu, pimpinan rombongan PPNS, Ari Lendartono, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mengidentifikasi potensi kolaborasi yang dapat diwujudkan bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

 

Menurutnya, PPNS saat ini tidak hanya berfokus pada bidang perkapalan, tetapi juga aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mencakup pengelolaan lingkungan, penguatan kapasitas usaha, hingga pengembangan UMKM.

 

“Kami ingin melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan UMKM di Ledok Kulon. Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan program riset maupun pengabdian masyarakat yang diharapkan memberikan manfaat konkret bagi masyarakat,” ungkap Ari.

 

Melalui forum diskusi tersebut, berbagai aspirasi, tantangan, dan kebutuhan pelaku usaha berhasil dihimpun sebagai bahan penyusunan rekomendasi program yang lebih terarah dan aplikatif.

 

Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan UMKM yang inovatif, berdaya saing tinggi, serta mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro.

(Prokopim/red)