Jember,kampungberita.com – Bupati Jember Gus Fawait Hadir meresmikan klinik khusus Calon Pekerja Migran Indonesia ( CPMI ) di rumah sakit Balung Jalan Rambipuji No.19 Balung, Kabupaten Jember.
Pemerintah Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi dan mempermudah akses bagi warganya yang hendak mengadu nasib ke luar negeri. Pada Senin ( 27/4/2026 ).
“Dalam sambutannya, Gus Fawait menekankan bahwa langkah ini merupakan pemenuhan janji politiknya saat Pilkada untuk memberikan kemudahan administratif dan perlindungan bagi para pahlawan devisa asal Jember.”
“Bupati mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya warga Jember yang selama ini memilih jalur non-prosedural (ilegal) karena sulitnya akses pengurusan dokumen.” Jelasnya

“Dulu, warga kita harus jauh-jauh ke Surabaya, Malang, atau Banyuwangi hanya untuk mengurus administrasi di P4MI. Hal ini seringkali membuat mereka terjebak pada jalur non-prosedural yang berisiko tinggi saat terjadi masalah di luar negeri,”
“Kini, melalui koordinasi intensif dengan kementerian terkait, perwakilan P4MI telah hadir di Mall Pelayanan Publik Jember sehingga warga tidak perlu lagi keluar kota untuk urusan dokumen.”
“Inovasi paling mencolok dalam peresmian ini adalah pemangkasan biaya pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) bagi CPMI. Gus Fawait menginstruksikan langsung kepada Direktur RSD Balung untuk memberikan harga yang sangat terjangkau guna meringankan beban masyarakat.Biaya MCU yang semula mencapai Rp 750 ribu, kini dipangkas menjadi hanya Rp450 ribu,” Ujar Gus Fawait

“Tarif ini diklaim sebagai biaya MCU bagi CPMI paling murah di seluruh wilayah Jawa Timur, di mana daerah lain masih mematok harga antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.Selain RSD Balung, rumah sakit daerah lain di Jember juga dinyatakan siap melayani proses MCU seperti di Balung. Kami ingin warga Jember berangkat dengan cara yang aman, resmi, dan tidak terbebani biaya tinggi sejak dari rumah,” Katanya
“Dengan adanya kemudahan ini, Pemkab Jember berharap angka pekerja migran non-prosedural dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menjamin keamanan warga selama bekerja di mancanegara. Ini salah satu bentuk dari keberpihakan kami kepada Calon Pekerja Migran Indonesia di Jember.” Tegas Gus Fawait
“Dalam pidatonya Bupati Jember juga menyempatkan menjawab pertanyaan dari masyarakat tentang program beasiswa bagi anak yang kuliah. Kami tidak ingin beasiswa ini salah sasaran dan benar-benar bermanfaat. Apabila IPK turun kami rasa masih punya kesempatan mendapatkan beasiswa, dengan syarat bisa membuktikan prestasi non akademik contoh dapat penghargaan di bidang olah raga dan kesenian.” Pungkasnya







