Terima Anugerah Penggerak Demokrasi, Wabup Bojonegoro Ajak Media Perkuat Kolaborasi Atasi Persoalan Sosial

aksesadim01
1000388854

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menerima penghargaan sebagai Penggerak Demokrasi dalam malam Anugerah Penggerak Bojonegoro yang digelar untuk memperingati 15 tahun perjalanan blokBojonegoro. Kegiatan tersebut berlangsung di D’Konco Cafe, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (7/8/2026).

 

Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kiprah para tokoh dan pihak yang dinilai turut memberikan kontribusi dalam mendorong kemajuan Bojonegoro di berbagai bidang.

 

Dalam kesempatan itu, Nurul Azizah menyampaikan salam dari Bupati Bojonegoro yang tidak dapat hadir karena bersamaan dengan agenda penetapan KUA-PPAS APBD di Gedung DPRD Bojonegoro.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap kontribusi media dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Menurutnya, pemberitaan yang dilakukan media tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun komunikasi publik antara pemerintah dan masyarakat.

 

“Blok Bojonegoro selalu memberikan support terhadap pemberitaan yang ada di Bojonegoro. Maka ini sama dengan memberikan informasi kepada masyarakat terhadap apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ujar Nurul Azizah.

 

Ia berharap hubungan dan komunikasi yang telah terjalin antara pemerintah daerah dengan insan media dapat terus diperkuat sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“ mudah-mudahan sinergi ini bisa memberikan kemanfaatan bagi kita semuanya,” tambahnya.

 

Soroti Persoalan Sosial

 

Di hadapan para tamu undangan, Wakil Bupati juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak seluruh elemen masyarakat melihat sejumlah persoalan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

 

Salah satunya terkait kasus HIV/AIDS. Nurul Azizah menyebut terdapat 4.251 kasus yang mendapatkan pengobatan melalui rumah sakit maupun puskesmas di Bojonegoro.

 

Selain itu, terdapat 2.788 kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) maupun depresi yang juga membutuhkan perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kata dia, terus berupaya meningkatkan penanganan persoalan tersebut, termasuk melalui rencana pembangunan rumah sakit jiwa.

 

“Ini juga PR bersama, dan Insya Allah di akhir tahun ini rumah sakit jiwa di Bojonegoro bisa terbangun,” ungkapnya.

 

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah anak tidak sekolah. Dari data awal tercatat sebanyak 5.610 anak tidak sekolah, kemudian setelah dilakukan proses verifikasi jumlahnya menjadi 5.199 anak.

 

Menurut Nurul Azizah, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan media, masyarakat, dunia pendidikan, dan akademisi.

 

“Mudah-mudahan kolaborasi antara Pemkab, media massa, masyarakat, dan akademisi bisa membuahkan keberhasilan menyelesaikan persoalan-persoalan ini bersama-sama,” katanya.

 

Apresiasi untuk Para Penggerak

 

Malam Anugerah Penggerak Bojonegoro turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Budiono serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin.

 

CEO Blok Media Group, Muhammad Abdul Qohhar, menjelaskan bahwa Anugerah Penggerak merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan apresiasi kepada individu maupun kelompok yang dinilai memiliki kontribusi dalam menggerakkan berbagai sektor di Bojonegoro.

 

Penghargaan tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain pendidikan, kemasyarakatan, penelitian, pengabdian, akademisi, hingga pemerintahan.

 

Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi para penggerak untuk terus memberikan kontribusi positif bagi daerah.

 

“Insya Allah untuk komitmen kami bagi para penggerak,” ujarnya.

 

Perjalanan 15 tahun blokBojonegoro sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran media sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, media, masyarakat, akademisi, dan berbagai elemen lainnya dinilai penting untuk menghadirkan Bojonegoro yang semakin informatif, terbuka, dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.

(Red/Com)