Haul Ki Andong Sari ke-244, Tradisi Leluhur Ledok Kulon Perkuat Identitas Budaya Bojonegoro

aksesadim01
IMG 20260707 WA0095

Kampungberita.com/BOJONEGORO – Ribuan masyarakat memadati Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, untuk mengikuti rangkaian peringatan Haul Ki Andong Sari ke-244 yang digelar setiap Bulan Suro, Minggu (5/7/2026). Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi wujud penghormatan kepada Ki Andong Sari sekaligus upaya menjaga kelestarian budaya dan sejarah lokal di tengah arus modernisasi.

 

Peringatan haul berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan digelarnya Kirab Agung Pusaka Ki Andong Sari yang secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Bojonegoro, . Bersama masyarakat, ia mengikuti kirab menggunakan andong yang melintasi wilayah Ledok Kulon hingga Ledok Wetan.

 

Kirab membawa delapan pusaka peninggalan Ki Andong Sari, gunungan tahu khas Ledok, serta gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan keberkahan yang diterima. Sebelum kirab dimulai, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan prosesi jamasan atau penyucian pusaka yang menjadi bagian penting dalam rangkaian haul sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.

 

Dalam sambutannya, Nurul Azizah mengapresiasi komitmen masyarakat Ledok Kulon yang terus menjaga tradisi budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Menurutnya, Haul Ki Andong Sari bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana edukasi untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda.

 

Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu. Karena itu, generasi penerus perlu memahami sejarah agar tumbuh rasa memiliki, bangga, dan bertanggung jawab dalam menjaga warisan budaya Bojonegoro.

 

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kelurahan Ledok Kulon juga meluncurkan buku “Historiografi Ki Andong Sari” yang memuat perjalanan hidup Ki Andong Sari beserta sejarah perkembangan wilayah Ledok. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi referensi penting dalam memperkuat literasi sejarah lokal.

 

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyatakan dukungannya terhadap pengembangan literasi sejarah melalui sinergi dengan perangkat daerah terkait, termasuk sektor pariwisata. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah sekaligus mendorong pengembangan wisata budaya berbasis kearifan lokal.

 

Melalui penyelenggaraan Haul Ki Andong Sari ke-244, masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menegaskan komitmen untuk menjaga warisan budaya, merawat nilai-nilai perjuangan para leluhur, serta memastikan sejarah lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

(Prokopim/red)**